Sabtu

Aggota Baru

 Assalamu'alaikum

Ga tau nih, teman teman blog semasa kuliah apakah masih aktif , hehe

Oke kita mulai cerita Melahirkan versi berbeda.

Di pertengahan bulan Agustus saya melahirkan anak bujang ganteng lagi yang kedua. Alhamdulillah semua sehat dan selamat. Hanya ada cerita berbeda dibalik ini, terutama kondisi saat melahirkan negri kita khususnya di dunia ini sedang marak dengan wabah covid.

 It will be an amazing story in this year.

Dua hari sebelum melahirkan tepatnya di pekan 39 saya sudah ketar ketir karena belum juga merasakan kontraksi yang nyatanya adem ayem tidak seperti hamil pertama. Hanya saja kelelahan dan keram kaki sering muncul. Ya, ketika dedek belum juga mendatangkan gelombang cinta, banyak yang menyarankan untuk jalan kaki. kwkwk saya hanya berkata dalam hati "setiap hari jalan,, apa ga sama ya!" . Malah saya disuruh banyak istirahat karena sering muncul keram. Tapi, tetep saya lakukan jalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh bersama suami saya di pagi hari. 

.....

Oke kita bahas dulu perbedaan hamil Pertama dan Kedua,

-Hamil pertama ga ngalamin flu (sehaaaat hingga 9 bulan), faktanya memang makanan yang dijaga karena masih takut ini itu. Sedangkan hamil kedua makan baslok melulu kwkwk.

-Hamil pertama kulit jadi pada hitam (katanya bakal anak laki), bener sihh. Tapi, ternyata di hamil kedua kulit saya rada kinclong, kwkwkwk awalnya "oh mungkin perempuan" nyatanya sama jenis kemalimnya laki laki juga. Ulalaa. So, ternyata saya menyimpulkan percaya dari kulit ibu hamil itu adalah MITOS. 

-Hamil pertama ga keram kaki, padahal intens jalan nya lebih banyak. Bedanya hanya di ngurus anak pertama

-Hamil pertama kesel terus sama suami, beda di hamil kedua pengenya deket terus sama suami.

MITOS kesel sama suami bikin anak mirip dengan orang yg dikeselin juga terbukti. Soalnya di hamil kedua ga kesel, ternyata mirip lagi sama suami kwkwkwk. Apalagi hidungnya plek ketuplek mirip. Oke, lebih logic gen suami itu dominan dan saya resesif weleh weleh..

- Hamil pertama morning sickness nya parah sampai 6 bulan, sampai minum obat resep dokter. Beda di hamil kedua yang ada mual ketika makan tapi masih bisa makan dengan enak walau porsinya juga ga banyak dan ga berlama lama.

- Hamil pertama itu nyeri punggung dan hamil kedua nyeri di bagian bawah perut.

Sekarang kita bahas melahirkanya...

-Lahiran pertama itu ga kerasa, hanya kontraksinya saja yang bikin meringis. Lahiran kedua ulalaaa kontraksi dan lahiranya kerasa meringis.Hanya saya kira karena saya lahiran dirumah. Iyaa dirumah karena ketuban sudah keluar dan bayi mau keluar.

.

Ceritanya pada saat pekan 39 mau ke 40  (sesuai prediksi usg), sudah merasakan kontraksi mulai dari yang pelan hingga terus kontraksi. Malam hari pukul 11 saya merasakan kontraksi  5 menit sekali dan pergilah ke bidan ditemani misua, ternyata apa genggs baru pembukaan pertama. Saya yakin kalau sudah di cek bagian dalam sebentar lagi bakal keluar flek. Tapi, sayangnya kami disuruh pulang lagi karena pembukaan satu ke sepuluh itu lama.

..Oke well, saya pulang lagi dan tiba tibaaa dirumah pas sampai ga kuat jalan dan berdiri (efek kecapekan) makanya jangan terlalu kecapekan ya pas hamil. Sampai dirumah pengen nyoba bobokan biar sakit kontraksinya berkuran, tapi ternyata ga malah ketubah pecah. Disusul sensasi ngeden, ya tau kan kalau sudah ada sensasi itu berarti bayi mau keluar.

PANIC, Yas

Semua panik, ibu ga mau lihat, ayah bingung, suami nelponin bidan mulu dan bidan cuman bilang gpp (padahal air ketuban udah rembes). Kejadian ini tepatnya pukul 12 malam, suami dan ayah panggil tetangga karena kami ga tau bidan terdekat disini dimana, puskesmas terdekat ga ada bidan 24 jam. Oke, saya meringis sakit karena kontraksi dan ngejan rasanya sakit, berbeda dengan melahirkan pertama dulu. Saya coba inget gimana posisi melahirkan dulu, ketika memiringkan badan pas udah kelihatan kepala baru terlentang (oke saya lupa melakukan terlentang badan) karena ga ada yang mau lihat bayi sudah keluar atau belum. Rasanya kalau lagu "ingin ku teriak, aku meranaa" wehehe. Disitu saya pasrah dan ingat tiada yang abadi, saya panggil ayah untuk terus didepan saya megang tangan saya biar kalau ada apa apa tolong dibantu mengingat Allah swt.

.

Alhasil bayi ternyata keluar kepalanya ketika ayah dan suami coba melihat, karena memang udah kerasa keluar. Dan lagi lagi ga ada yang berani megang kepala bayi kkkkk. Tapi, tiba tiba ayah memberanikan diri ngeluarin bayi karena katanya kasian. Iya kalau udah ada ngejan bayi ditariknya ga susah dan merojol lah itu si bayi ganteng. Ga lama bidan terdekat datang dan membereskan semuanya. Saya hanya tersisa lemas dan lega setelah sebelumnya saya sempat teriak panik mikirin bayi yang mau keluar (karena ngejan dan kontraksi jadi ga sengaja teriak)

.

.

Ya sebenarnya prosesnya cepat, ambil hikmahnya dan lagi lagi saya merasa Allah menolong hambanya lagi =(. Dari sini saya sempat menangis setiap lihat anak ke dua ini, karena ingat proses lahiranya yang cepat dan tidak dipegang tenaga medis dan lahiran di rumah.(mungkin dia tau disini lagi wabah).

.

Okai, jadi begitulah ceritanya..Ingatlah Allah ketika senang, maka Allah akan mengingat kita ketika kita sedih atau kesusahan..=) Alhamdulillah, sekarang tinggal menikmati rasanya kurang tidur welwh welwh.

Puisi sepi

Ramadhan ke 20

Tahun kian tak bertepi
Riuh terdengar tak pernah sepi
Panas menyambar kini
Tak peduli air memadamkan hati
Kicauan burung kian terdengar perih
Namun membuat lesu pipi

Bersedih hati bukan jalan ini
Melihat cermin tak kunjung henti
Ranting kering meliputi
Seakan sepi berpeluh sendiri

Siang pun berganti
Malam jua kan kunjung pergi
.
.
Hai air
Tidak kah kau terus mengalir
Walau merasa tak bertepi

Selasa

2020 dengan wabah di seluruh dunia

Assalamu'alaikum
.

.
Lama tak bersua ternyata sudah di tahun 2020
Rasanya baru kemarin saya menceritakan kelahiran anak sulung, Alhamdulillah semoga Allah memberikan keberkahan umur untuk kita semua.
.
Di Tahun ini memang berbeda, saya baru merasakan berhadapan dengan yang namanya wabah bahkan lebih besar yaitu pandemi karena hampir seluruh dunia terjangkit Novel Covid ini.

Secara garis besar covid ini penyakit pernafasan akut yang mudah menyebar seperti halnya flu dan batuk yang disebabkan oleh corona virus. Naudzubillah, banyak juga korban nya. ๐Ÿ˜ฅ

Grid.id
Rata rata yang mudah tertular adalah orang yang memiliki kekebalan tubuh yyang sedang menurun, dan penyakit bawaan seperti diabetes, jantung, paru paru (atsma, bronkhitis) dll. Penyebarannya mungkin hitungan jam saja sudah meluas. Orang yang kontak langsung dengan penderita langung jadi ODP (Orang dalam Pengawasan), dan status bisa naik (PDP) ataupun dikatakan tidak terjangkit. Pun ada juga yang disebut carrier atau pembawa. Dimana carrier itu terlihat seperti tidak terjangkit dan sehat, tetapi bisa membawa atau menularkan p ada orang yang daya tahan tubuhnya menurun. Subhanllah.

Maka nikmat manakah yang kamu dustakan. Ketika kamu diberikan kesepatan dan waktu untuk berbuat sebaik mungkin dan produktif untuk hal yang baik maka jangan disia siakan, terasa jika keadaan dibalik seperti sekarang ini dimana banyak kegiataan yang dibatasi. Bahkan dampaknya lebih luas bagi hidup orang banyak. Sampai sekolah, pekerjaan semua dirumahkan walaupun ada yang masih bandel memperkerjakan bawahan di kondisi seperti ini. Antara kasihan dan bingung juga sebenarnya, tapi kalau rugi pun ya rugi semua tidak satu pihak saja.
.
.
Renungan untuk selalu menikmati apapun hal yang ditakdirkan oleh Allah dan ambil hikmah nya. Sebagai manusia yang banyak salah dan rakus terhadap apa yang Allah berikan sebelum semua diambil kenikmatan nya.
Pun seorang ibu yang sekarang menjadi wanita seutuhnya dirumah (keadilan Allah hadir disitu). Terutama untuk seorang anak yang ingin mendapatkan hak batin,  pendidikan dan pengajaran dari ibu (orang tuanya) yang selama ini disibukkan dengan uusan memenuhi perut.
.
Disisi lain Dunia, terkhusus bumi sedang bernafas mengembalikan kondisi terbaiknya. Bayangkan kalau kamu punya rambut makin kesini makin rontok dikarenakan kutu pasti sedih kan. weleh weleh..
Karena bumi juga makhluk Allah, jadi sudah sepantasnya dia mendapatkan hak nya. Maha Adil Allah.
.
.
.
Lalu selama pandemi apa yang harus dilakukan ?
Banyaakk..

Lebih banyak beristigfar, berubah ke arah lebih baik, melakukan hal produktif. Bagi seorang introvert lama dirumah ga bikin jenuh kwkwk. Bingungnya paling pas banyak bayaran pengeluaran rumah tangga.
.
.
ya semoga saja pandemi ini segera berakhir dan semua diberikan kesehatan lahir dan batin.
.
.
.
Di pandemi ini, Misua saya belum bisa pulang dr kerjaanya di Wonosobo.๐Ÿ˜ฐ
semoga selalu diberikan kesehatan dan perlindungan....




Senin

Assalamu'alaikum
Hello world.. 2020
.

.
Alhamdulillah kegiatan menulis tidak memudar hanya saja vakum karena ternyata setelah berumah tangga banyak yang dipegang, ๐Ÿ˜‚.  Ada anak yg baru menginjak 2 tahun di bulan ini. PR nya banyak pula,  dia belum bisa lepas popok ( emaknya terlampau malas),  belum lagi ngajak ngobrol biar doi pinter ngobrol di usia nya ini. Ditambah dapat amanah baru alhamdulillah ๐Ÿ˜

Berumah tangga itu ada seni dan banyak belajarnya terutama dalam mengatur waktu, mengatur pendapatan. Permintaan orang tua pada anak untuk dapat berkegiatan (bekerja)  stelah menikah juga menjadi pertimbangan. Karena semua harus diperjuangkan. So,  jadi perempuan masa kini tidak lah mudah. ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚

Sebagai seorang ibu,  istri dan masih diakui sebagai anak orang tua memang tidaklah mudah.  Secuil keinginan suami,  anak dan orang tua yang juga tidak mudah untuk diwujudkan satu per satu. Laki laki mana yg tidak ingin istrinya fokus dirumah,  jadi,  usahakan urusan rumah beres. Orang tua mana yg tidak ingin anaknya bisa berkegiatan setelah berlelah-lelah di bangku kuliah ๐Ÿ˜‚ ( itu hak mereka),  cari kegiatan yg bisa dibagi waktunya dengan tidak mengorbankan anak. Dan anak mana yg tidak ingin ibunya lebih banyak menemaninya (apalagi masa masa emas).  Semua punya cerita sendiri dan perjuangan sendiri jangan pernah membandingkan dengan kehidupan orang lain yg mungkin lebih matang. Pun seorang ibu yg bekerja dirumah (berdagang)  ada juga yg fisiknya menemani anak tp fikiran nya mikirin dagangan (terikat). Pun pengalaman orang tua yg mengisi hari tuanya dengan berdagang (sungguh tidak ada waktu istirahat sabtu minggu pun masih mencari sesuap nasi). Jadi, lakukan yg terbaik menurut kondisi nya masing masing. "Do not compare anything"

Lelah?!  Memang manusia hidup memang tempat berlelah-lelah. Alhamdulillah.
Jika semua orang bisa mendapatkan dunia,  tapi tidak semua orang bisa mendapatkan kehidupan akhirat yang baik.  ๐Ÿ™‚ Niat dan fokuskan saja untuk Akhirat,  apapun niatkan untuk akhirat.
.
.
.
Semangaat..
Emak emak dilarang sakit.. ๐Ÿ˜