Senin

Saran Kecil sebelum Masuk Dunia Pernikahan

Menikah itu perlu kedewasaan, karena didalamnya bukan hanya masalah perasaan yang dikedepankan melainkan bagaimana menjaga komitmen.
Banyak juga yang kebelet nikah tapi belum mengerti arti menikah sebenarnya. Bukan hanya aku dan dia yang kemudian setiap hari seperti berada di dalam istana serta hidup bak kerajaan kayangan yang tidak pernah mengenal masalah.

Setelah menikah banyaak loh, problem yang awalnya tidak pernah terfikirkan oleh kita. Jadi, buat yang masih single coba fikirkan baik baik dan jangan terburu buru karena rayuan artikel atau post di medsos yang juga bikin kita ngiler yang akhirnya terburu buru untuk menikah.
So, harus dari kesiapan dan kesadaran diri. Jangan juga belum siap nikah tapi sudah nge tag atau pacarin anak orang. kwkkk. (Kalau ga jadi, cuman bisa bilang Capek Deeeh!). Kasian, rugi waktu, rugi uang, rugi jadi punya mantan, rugi hati, malu sama orang udah uumbar umbar, banyak lagi ruginyaa.

Dulu alasan saya ingin menikah awalnya, karena saya tidak mau terlalu tua untuk mendidik anak. Saya sudah tua, anak anak masih kecil kan kasihaan. Berarti memang realitinya faktor umur menjadi momok bagi seorang wanita untuk menyegerakan menikah (bila sudah ada calonnya). Walaupun, ga boleh ya karena hal-hal tersebut, alihkan karena menikah itu menyempurnakan separuh agama.
Nah salahnya, banyak yang mau menikah tapi persiapan belum ada baik secara materil atau mental. Bagi yang sudah siap saja Jet lag setelah nikah itu terasa loh.

Selagi single mending banyak lakukan kegiatan positif, seperti menambah kreatifitas dan keterampilan, ikut seminar, pengalaman prestasi kerja, olahraga, magang, bantuin orang tua, liqo dsb. Bukanya hanya bicarain soal perasaan yang kebanyakan gobal gembel atau keseringan me time nya sama pacar belum halalnya. haha. Pas udah nikah baru me time nya jadi produktif berdua mulu juga.

Seharusnya, bagi yang ingin nikah sudah mulai memikirkan kedepan.
Misal, biaya nikah ga murah, maka
- Mulai menyisihkan uang /gajinya untuk ini, Kalaupun orang tua mau bantu teteplah kita harus punya pegangan untuk biaya kehidupan setelah menikah. Bagi perempuan, lebih ringan bila memiliki tabungan sendiri jadi ga nyampur dan nunggu minta terus kesuami. Istilahnya pegangan aman.

- Hindari hedon
Beli benda benda yang ga perlu mulai dikurangi, yang suka dandan dan beronline ria untuk belanja mulai dikurangi alias bijak dalam mengatur keuangan. Jangan gampang kabitaan, kalau benda/barang memang perlu boleh dibeli tapi kalau ga perlu amat ya ngapain. Kecuali, kalau tetap bertahan dan berdoa saja mendapatkan konglomerat jadi hobi belanjanya dapat tersalurkan. haha. tapi hidup dan keadaan  itu ga bisa ditebak loh. Intinya bijak mengelola pemasukan dan pengeluaran, karena ketika sudah masuk lingkup rumah tangga, wow perempuan harus bisa mengatur sedemikian rupa, Jadi ga shock atau kaget ketika dalam masa masa yang kurang baik.

- Belajar mandiri
Lakukan kegiatan dengan mandiri. Jangan bentar bentar cari orang untuk jemput sana sini, atau ketergantungan bantuan orang lain. Ketika menikah masing masing memiliki peranan, kalau suatu saat suami sibuk atau istri banyak urusan rumah tidak usah saling tunggu bantuan datang. Intinya bisa mengatasi sendiri untuk beberapa waktu dan tidak manja. Terkecuali, urgent  jika si istri hamil, atau salah satu pasangan memang sedang kurang fit.

- Belajar mengembangkan diri
Belajar agama atau pengetahuan agama harus dipupuk sejak kecil, bahkan bagi yang mau menikah sok atuh digali lagi. Banyak keluarga yang tumbuh tanpa pengetahuan agama, ya itu membiarkan anak anaknya turun menurun jauh dari agama dan tidak ada kesadaran buat belajar. Coba, kalau sudah menikah dan punya anak tujuan semakin jelas bakal kemana kita coba?.  Belajar apapun itu proses yang terus menerus hingga sudah menikahpun. Banyak menemukan hal baru dan benar benar baru, mulai dari hamil, kegiatan rumah tangga seperti masak hingga mendidik keturunan, komunikasi dengan pasangan, belajar berbagi yang membutuhkan skill.

- Menjaga pergaulan
 Zaman sudah menunjukan ketidakmaluan, bahkan banyak juga suami atau istri yang tidak memiliki rasa cemburu bila salah satu pasangan terbiasa dekat dengan lawan jenis. Sebenarnya  bisa jadi keterusan loh yang awalnya teman, jadi curhat tergantung ini itu, kan ga bagus ya, semua campur aduk di pergaulan zaman now. (naudzubillah)

Penting juga kita menjaga diri, apalagi yang masih single jika bangga punya banyak teman laki laki, justru bisa jadi itu penghambat datangnya si dia (kesulitan ini kebalikan dari perempuan pemalu).
 
Apalagi lagi marak maraknya tu yang namanya pengganggu jadi hati hati saja, intinya perempuan jangan mempersilahkan, dan memancing dan lelaki jangan terpancing dan harus menjaga. Ada yang bilang "kepercayaan /saling percaya", gagal fokusnya adalah ketika pergaulan lawan jenis itu memang sudah diatur untuk tidak bercampur, apakah kata "saling percaya" ada?. Kan bercampur saja tidak boleh jika tidak ada urusan urgent , apalagi hanya dimodalin kata "saling percaya". pret banget ya. hihi. Tidak ada kata "membatasi diri" karena yang namanya pergaulan terutama pada lawan jenis itu hakikatnya memang perlu "dibatasi".
Jadi jangan coba-coba ya, jagalah pergaulan dengan cara yang baik.

Minimal mention pasanganmu atau perkenalkan pasanganmu pada teman teman

Apa lagi ya??

- Jangan Malas
Malas itu katanya penyakit yang paling susah disembuhkan. Apalagi dengan kemudahan kemudahan yang ada jaman now. Bagi ibu rumah tangga jaman now males masak tinggal go food atau beli, nyuci sudah pakai mesin cuci dll, tapi jangan sampai kemudahan tersebut membuat kita terlena dengan kemalasan. (saya berasa baru beberapa bulan porsi dirumah banyak, kemalasan pun mulai membuai) haha. So, kalau yang sudah malas dari dulu, perlu energy ekstra untuk adaptasi yah karena yang namanya keadaan ga ada yang bisa tebak, jadi jangan fikir senang senangnya saja.

Justru harusnya dengan kemudahan itu, jadi bisa lebih banyak melakukan kegiatan lainya yang bermanfaat, waktunya lebih efisien.

- Raih mimpimu dan ambil kesempatan baik yang datang
Jika belum rejeki untuk menikah, coba hal hal baru (sama seperti belajar mengembangkan diri). Jikalau ada kesempatan mendapatkan kerjaan lebih baik, beasiswa ataupun yang bisa mendatangkan dampak positif, jangan ragu untuk diambil. Kesempatan tidak datang dua kali.
Bukanya tidak bisa diraih ketika sudah menikah, hanya saja waktu yang dipunya menjadi lebih terbagi dan sempit, jadi gunakan kesempatan baiknya.

NB :

Banyak berdoa dan biasakan berbagi juga meringankan urusan orang lain (orang tua, saudara, teman, dll), mudah mudahan jodoh segera bertamu. =D



--Keraslah terhadap dirimu sendiri....
A.rizkyarti----

Sabtu

DIA INGIN KITA SETIA

Saat usiamu bertambah, engkau makin terdorong untuk mengubah sesuatu, mewujudkan impian. Mengubah yang keliru jadi benar, dan mewujudkan yang belum ada menjadi ada. Meluruskan yang bentrok jadi tegak. Sikap dorongan muncul, ingatlah bahwa ketika kita bertindak, maka Allah pun berkehendak pula. Yang pasti terjadi adalah kehendak Allah.

Berjuang untuk sebuah impian yang diwujudkan dalam kebaikan diri, dan bila engkau belum dapat mewujudkanya maka tak perlu berkecil hati, coba lagi, coba lagi, coba lagi, coba lagi, dan coba lagi. Sampai akhir hidupmu. Walaupun ternyata hingga akhir hidupmu, impianmu belum bisa diraih, tak mengapa. Tak perlu bersedih membebani diri dengan mengeluh dan menyalahkan hatimu atas ketidakberdayaan dirimu untuk meraih mimpi tersebut.

Saudaraku.. Allah menciptakan kita bukan untuk berhasil, namun setia. Yakinlah Allah, malaikat dan rasulullah melihat kesungguhanmu bukan keberhasilanmu.

(bang din) Slalu ada harapan

..............................................................................
(lupa judulnya)....

Ingatlah rasa bahagia bisa muncul pada orang-orang yang sedang jatuh cinta. Orang yang mencintai akan bahagia, bukanlah yang dicintai. Semakin menuntut, semakin tidak puas, semakin berserah diri semakin puas. Ketika kita mencintai Allah swt, tiba-tiba kita bisa merasa betapa banyak cinta-NYa kepada kita. Betapa banyak yang telah Dia berikan kepada kita. Dan kemudian kita merasakan nikmat yang luar biasa terhadap segala yang Dia berikan kepada kita. Hal tersebut tidak pernah dirasakan orang yang tidak mencintai, apalagi yang selalu menuntut untuk dicintai, karena orang menuntut selalu berfikir tentang apa yang akan datang, bukan apa yang dia terima. Dia bahkan tak akan pernah bisa merasakan apa yang telah dia miliki. Tapia apa yang dia angan-angankan dengan ego belaka. Disinilah kurangnya, kenapa kita selalu merasakan ketidakpuasan bahkan kadang merasa gagal dan menderita karenanya.

Hal tersebut karena kita tidak belajar meyertakan hasil dan keputusannya dan keinginan kita pada-NYA. Padahal semua hanya fatamorgana. Yang perlu dilakukan…serahkan segala hasil kepada Allah swt saja. Kita hanya berusaha untuk mencapainya tanpa harus terjebak oleh angan-angan palsu. Allah swt pasti memilihkan yang terbaik buat kita. Berserah dirilah kepada Allah swt.


(Agus Mustofa) Slalu ada harapan..