Menikah itu perlu kedewasaan, karena didalamnya bukan hanya masalah perasaan yang dikedepankan melainkan bagaimana menjaga komitmen.
Banyak juga yang kebelet nikah tapi belum mengerti arti menikah sebenarnya. Bukan hanya aku dan dia yang kemudian setiap hari seperti berada di dalam istana serta hidup bak kerajaan kayangan yang tidak pernah mengenal masalah.
Setelah menikah banyaak loh, problem yang awalnya tidak pernah terfikirkan oleh kita. Jadi, buat yang masih single coba fikirkan baik baik dan jangan terburu buru karena rayuan artikel atau post di medsos yang juga bikin kita ngiler yang akhirnya terburu buru untuk menikah.
So, harus dari kesiapan dan kesadaran diri. Jangan juga belum siap nikah tapi sudah nge tag atau pacarin anak orang. kwkkk. (Kalau ga jadi, cuman bisa bilang Capek Deeeh!). Kasian, rugi waktu, rugi uang, rugi jadi punya mantan, rugi hati, malu sama orang udah uumbar umbar, banyak lagi ruginyaa.
Dulu alasan saya ingin menikah awalnya, karena saya tidak mau terlalu tua untuk mendidik anak. Saya sudah tua, anak anak masih kecil kan kasihaan. Berarti memang realitinya faktor umur menjadi momok bagi seorang wanita untuk menyegerakan menikah (bila sudah ada calonnya). Walaupun, ga boleh ya karena hal-hal tersebut, alihkan karena menikah itu menyempurnakan separuh agama.
Nah salahnya, banyak yang mau menikah tapi persiapan belum ada baik secara materil atau mental. Bagi yang sudah siap saja Jet lag setelah nikah itu terasa loh.
Selagi single mending banyak lakukan kegiatan positif, seperti menambah kreatifitas dan keterampilan, ikut seminar, pengalaman prestasi kerja, olahraga, magang, bantuin orang tua, liqo dsb. Bukanya hanya bicarain soal perasaan yang kebanyakan gobal gembel atau keseringan me time nya sama pacar belum halalnya. haha. Pas udah nikah baru me time nya jadi produktif berdua mulu juga.
Seharusnya, bagi yang ingin nikah sudah mulai memikirkan kedepan.
Misal, biaya nikah ga murah, maka
- Mulai menyisihkan uang /gajinya untuk ini, Kalaupun orang tua mau bantu teteplah kita harus punya pegangan untuk biaya kehidupan setelah menikah. Bagi perempuan, lebih ringan bila memiliki tabungan sendiri jadi ga nyampur dan nunggu minta terus kesuami. Istilahnya pegangan aman.
- Hindari hedon
Beli benda benda yang ga perlu mulai dikurangi, yang suka dandan dan beronline ria untuk belanja mulai dikurangi alias bijak dalam mengatur keuangan. Jangan gampang kabitaan, kalau benda/barang memang perlu boleh dibeli tapi kalau ga perlu amat ya ngapain. Kecuali, kalau tetap bertahan dan berdoa saja mendapatkan konglomerat jadi hobi belanjanya dapat tersalurkan. haha. tapi hidup dan keadaan itu ga bisa ditebak loh. Intinya bijak mengelola pemasukan dan pengeluaran, karena ketika sudah masuk lingkup rumah tangga, wow perempuan harus bisa mengatur sedemikian rupa, Jadi ga shock atau kaget ketika dalam masa masa yang kurang baik.
- Belajar mandiri
Lakukan kegiatan dengan mandiri. Jangan bentar bentar cari orang untuk jemput sana sini, atau ketergantungan bantuan orang lain. Ketika menikah masing masing memiliki peranan, kalau suatu saat suami sibuk atau istri banyak urusan rumah tidak usah saling tunggu bantuan datang. Intinya bisa mengatasi sendiri untuk beberapa waktu dan tidak manja. Terkecuali, urgent jika si istri hamil, atau salah satu pasangan memang sedang kurang fit.
- Belajar mengembangkan diri
Belajar agama atau pengetahuan agama harus dipupuk sejak kecil, bahkan bagi yang mau menikah sok atuh digali lagi. Banyak keluarga yang tumbuh tanpa pengetahuan agama, ya itu membiarkan anak anaknya turun menurun jauh dari agama dan tidak ada kesadaran buat belajar. Coba, kalau sudah menikah dan punya anak tujuan semakin jelas bakal kemana kita coba?. Belajar apapun itu proses yang terus menerus hingga sudah menikahpun. Banyak menemukan hal baru dan benar benar baru, mulai dari hamil, kegiatan rumah tangga seperti masak hingga mendidik keturunan, komunikasi dengan pasangan, belajar berbagi yang membutuhkan skill.
- Menjaga pergaulan
Zaman sudah menunjukan ketidakmaluan, bahkan banyak juga suami atau istri yang tidak memiliki rasa cemburu bila salah satu pasangan terbiasa dekat dengan lawan jenis. Sebenarnya bisa jadi keterusan loh yang awalnya teman, jadi curhat tergantung ini itu, kan ga bagus ya, semua campur aduk di pergaulan zaman now. (naudzubillah)
Penting juga kita menjaga diri, apalagi yang masih single jika bangga punya banyak teman laki laki, justru bisa jadi itu penghambat datangnya si dia (kesulitan ini kebalikan dari perempuan pemalu).
Apalagi lagi marak maraknya tu yang namanya pengganggu jadi hati hati saja, intinya perempuan jangan mempersilahkan, dan memancing dan lelaki jangan terpancing dan harus menjaga. Ada yang bilang "kepercayaan /saling percaya", gagal fokusnya adalah ketika pergaulan lawan jenis itu memang sudah diatur untuk tidak bercampur, apakah kata "saling percaya" ada?. Kan bercampur saja tidak boleh jika tidak ada urusan urgent , apalagi hanya dimodalin kata "saling percaya". pret banget ya. hihi. Tidak ada kata "membatasi diri" karena yang namanya pergaulan terutama pada lawan jenis itu hakikatnya memang perlu "dibatasi".
Jadi jangan coba-coba ya, jagalah pergaulan dengan cara yang baik.
Minimal mention pasanganmu atau perkenalkan pasanganmu pada teman teman
Minimal mention pasanganmu atau perkenalkan pasanganmu pada teman teman
Apa lagi ya??
- Jangan Malas
Malas itu katanya penyakit yang paling susah disembuhkan. Apalagi dengan kemudahan kemudahan yang ada jaman now. Bagi ibu rumah tangga jaman now males masak tinggal go food atau beli, nyuci sudah pakai mesin cuci dll, tapi jangan sampai kemudahan tersebut membuat kita terlena dengan kemalasan. (saya berasa baru beberapa bulan porsi dirumah banyak, kemalasan pun mulai membuai) haha. So, kalau yang sudah malas dari dulu, perlu energy ekstra untuk adaptasi yah karena yang namanya keadaan ga ada yang bisa tebak, jadi jangan fikir senang senangnya saja.
Justru harusnya dengan kemudahan itu, jadi bisa lebih banyak melakukan kegiatan lainya yang bermanfaat, waktunya lebih efisien.
Malas itu katanya penyakit yang paling susah disembuhkan. Apalagi dengan kemudahan kemudahan yang ada jaman now. Bagi ibu rumah tangga jaman now males masak tinggal go food atau beli, nyuci sudah pakai mesin cuci dll, tapi jangan sampai kemudahan tersebut membuat kita terlena dengan kemalasan. (saya berasa baru beberapa bulan porsi dirumah banyak, kemalasan pun mulai membuai) haha. So, kalau yang sudah malas dari dulu, perlu energy ekstra untuk adaptasi yah karena yang namanya keadaan ga ada yang bisa tebak, jadi jangan fikir senang senangnya saja.
Justru harusnya dengan kemudahan itu, jadi bisa lebih banyak melakukan kegiatan lainya yang bermanfaat, waktunya lebih efisien.
- Raih mimpimu dan ambil kesempatan baik yang datang
Jika belum rejeki untuk menikah, coba hal hal baru (sama seperti belajar mengembangkan diri). Jikalau ada kesempatan mendapatkan kerjaan lebih baik, beasiswa ataupun yang bisa mendatangkan dampak positif, jangan ragu untuk diambil. Kesempatan tidak datang dua kali.
Bukanya tidak bisa diraih ketika sudah menikah, hanya saja waktu yang dipunya menjadi lebih terbagi dan sempit, jadi gunakan kesempatan baiknya.
NB :
Banyak berdoa dan biasakan berbagi juga meringankan urusan orang lain (orang tua, saudara, teman, dll), mudah mudahan jodoh segera bertamu. =D
Banyak berdoa dan biasakan berbagi juga meringankan urusan orang lain (orang tua, saudara, teman, dll), mudah mudahan jodoh segera bertamu. =D
--Keraslah terhadap dirimu sendiri....
A.rizkyarti----