Rabu

Ibu Rumah Tangga vs Ibu Karir

Judul yang paling menohok..
 


Samg pai saat ini banyak ibu atau wanita yang telah menikah menemukan kesulitasn pilihan, antara keduanya "Ibu rumah tangga vs Ibu karir"

Menurut pendapat saya, ibu karir juga ibu rumah tangga begitupun sebaliknya, yang membedakan hanya porsi kegiatan. Banyak juga para pria yang tidak mau istrinya menjadi wanita karir dengan alasan anak, dirinya dan kegiatan rumah jadi terlantar.

Weleh weleh, mungkin kegiatan ibu di rumah akan penuh saat anak masih kecil, alias dalam masa perkembangan, coba kalau sudah sekolah kegiatan ibu lebih banyak kosongnya, karena zaman sekarang porsi kegiatan luar anak lebih banyak dibanding dirumah. #ampun ampun

Awalnya saya menganggap kerjaan di rumah itu low impact, karena kerjanya banyak menguras otot, dan kadang bikin kuper tapi ga semua lohh. Cara berfikir ini mungkin harus segera disentil. #haha

Sepertinya harus segera membuat prioritas untuk dicoba, karena setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk keluarganya, namanya juga newbeee... #haha
Tapiii, memang menurut saya kegiatan prioritas itu memang yang dikhawatirkan kebanyakan pria itu. Tiga prioritas itu tidak bisa digantikan oleh orang lain versi saya:

1. Memasak
Kegiatan ini menurut saya porsi terbesar dilakukan oleh wanita, jika sang suami pintar masak atau mau ikutan gpp juga. Belum lagi kegiatan ini menambahkan skill, bukan hanya memasak tapi rasanya pun enak jika kita sering terbiasa melakukannya. Keuntunganya, kegiatan memasak lebih terkontrol dari segi kebersihan dan kesehatanya. Beda lagi bila jajan atau orang lain yang buat, kita ga tau makanan itu melalui proses bersih atau enggak belum lagi bumbu yang dimasukan. Jajan juga akan lebih mahal dibandingkan bila kita memasak sendiri. Tapi, bila sekali sekali jajan gpp juga, selain menjadi rekomendasi untuk masak dirumah atau bisa juga yang namanya manusia bosan dengan masakan rumah sebagai ajang our time (refreshing) keluarga.

Kegiatan ini memang memakan waktu banyak, hanya menurut saya sebanding dengan skill yg didapatkan.

2. Mengurus dan Mendidik Anak
Hal yang satu ini pun menjadi prioritas, karena tidak bisa digantikan oleh siapapun. Anak akan seperti apa orang tuanya lah yang bertanggung jawab mengisinya. Masa perkembangan anak yang porsinya banyak dirumah itu dari bayi hingga sebelum masuk SD. Jadi puas puaskan mendidiknya dirumah (masa perkembangan emas anak). Kegiatan, teman, urusan anak dll, orang tua harus tau. Jangan sampai ikutan jadi orang tua zaman now sudah dirumah tapi pemalas, mainin medsos mulu, banyak nongkrong tanpa melibatkan anak, ga produktif #welehhh ngeri jugaaa. Begitupun bila berkarir sama, jangan cuman kerjaaaa aja yang difokusin, anak dibiarkan berkembang apa adanya, suami kuyu melapuk atau sebaliknya (istri yang kuyu melapuk tak terawat dirumah).

3. Mengurus dan melayani suami
Apalagi ini, kkk tidak bisa sama sekali digantikan oleh siapapun selain istrinya sendiri. Tapi, suami pun harus turut andil untuk bersama sama menjalankan prioritas ke dua. Mendidik anak bukan hanya tugas istri, karena banyak sekali yang lupa "tuh didik anak yang bener", ya seolah olah hanya tugas istri. Semua anak ingin mendapatkan sosok ayah yang juga ikut andil untuk urusan mereka bukan hanya sebagai sosok pencari nafkah saja.

Nah , kegiatan lain yang bisa dikerjakan bersama/diperbantukan/diserhakan ke orang lain banyaknya menyangkut bersih bersih, misal nyuci baju, piring, bersih rumah, nyetrika. Kalau ibu rumah tangga bisa dikerjakan walau bisa keteteran juga apalagi kalau untuk ibu bekerja bisa keteteran. 
Kegiatan ini tanggung jawab bersama, semua orang yang berada di dalam rumah. Hingga nanti anak sudah cukup besar menerapkan disiplin kebersihan untuk dirinya juga, alias saling bergotong royong.

Haha, Banyak role mode terutama yang dilakukan sebagian artis seolah hanya mengerjakan kegiatan 2 dan 3 atau hanya 3 saja, cuman tinggal terima gaji dari suami, merawat diri makanya pada seger walaupun jadi ibu rumahan. Beda dengan orang biasa (kaya eike misalnya), mau cantik harus jadi wanita karir dulu kayaknya, atau memang cantik terawat itu realitinya memang mahal di zaman now. heeehe.

Jadi, walaupun rejekinya berkarir jangan lupa tiga prioritas tersebut, atau jikalaupun di rumah sebaiknya dimaksimalkan. Yups, mau di rumah atau diluar tetap ingat urusan keluarga

Yups, ternyata berkarir dan dirumah kendalanya sebenarnya hampir sama.
Tergantung kita para orang tua mau menjadikan keluarga seperti apa. Intinya harus ada kemauan "mencari dan memberikan yang terbaik" (slogan ipb)..#haha

-A. Rizkyarti

Senin

Saran Kecil sebelum Masuk Dunia Pernikahan

Menikah itu perlu kedewasaan, karena didalamnya bukan hanya masalah perasaan yang dikedepankan melainkan bagaimana menjaga komitmen.
Banyak juga yang kebelet nikah tapi belum mengerti arti menikah sebenarnya. Bukan hanya aku dan dia yang kemudian setiap hari seperti berada di dalam istana serta hidup bak kerajaan kayangan yang tidak pernah mengenal masalah.

Setelah menikah banyaak loh, problem yang awalnya tidak pernah terfikirkan oleh kita. Jadi, buat yang masih single coba fikirkan baik baik dan jangan terburu buru karena rayuan artikel atau post di medsos yang juga bikin kita ngiler yang akhirnya terburu buru untuk menikah.
So, harus dari kesiapan dan kesadaran diri. Jangan juga belum siap nikah tapi sudah nge tag atau pacarin anak orang. kwkkk. (Kalau ga jadi, cuman bisa bilang Capek Deeeh!). Kasian, rugi waktu, rugi uang, rugi jadi punya mantan, rugi hati, malu sama orang udah uumbar umbar, banyak lagi ruginyaa.

Dulu alasan saya ingin menikah awalnya, karena saya tidak mau terlalu tua untuk mendidik anak. Saya sudah tua, anak anak masih kecil kan kasihaan. Berarti memang realitinya faktor umur menjadi momok bagi seorang wanita untuk menyegerakan menikah (bila sudah ada calonnya). Walaupun, ga boleh ya karena hal-hal tersebut, alihkan karena menikah itu menyempurnakan separuh agama.
Nah salahnya, banyak yang mau menikah tapi persiapan belum ada baik secara materil atau mental. Bagi yang sudah siap saja Jet lag setelah nikah itu terasa loh.

Selagi single mending banyak lakukan kegiatan positif, seperti menambah kreatifitas dan keterampilan, ikut seminar, pengalaman prestasi kerja, olahraga, magang, bantuin orang tua, liqo dsb. Bukanya hanya bicarain soal perasaan yang kebanyakan gobal gembel atau keseringan me time nya sama pacar belum halalnya. haha. Pas udah nikah baru me time nya jadi produktif berdua mulu juga.

Seharusnya, bagi yang ingin nikah sudah mulai memikirkan kedepan.
Misal, biaya nikah ga murah, maka
- Mulai menyisihkan uang /gajinya untuk ini, Kalaupun orang tua mau bantu teteplah kita harus punya pegangan untuk biaya kehidupan setelah menikah. Bagi perempuan, lebih ringan bila memiliki tabungan sendiri jadi ga nyampur dan nunggu minta terus kesuami. Istilahnya pegangan aman.

- Hindari hedon
Beli benda benda yang ga perlu mulai dikurangi, yang suka dandan dan beronline ria untuk belanja mulai dikurangi alias bijak dalam mengatur keuangan. Jangan gampang kabitaan, kalau benda/barang memang perlu boleh dibeli tapi kalau ga perlu amat ya ngapain. Kecuali, kalau tetap bertahan dan berdoa saja mendapatkan konglomerat jadi hobi belanjanya dapat tersalurkan. haha. tapi hidup dan keadaan  itu ga bisa ditebak loh. Intinya bijak mengelola pemasukan dan pengeluaran, karena ketika sudah masuk lingkup rumah tangga, wow perempuan harus bisa mengatur sedemikian rupa, Jadi ga shock atau kaget ketika dalam masa masa yang kurang baik.

- Belajar mandiri
Lakukan kegiatan dengan mandiri. Jangan bentar bentar cari orang untuk jemput sana sini, atau ketergantungan bantuan orang lain. Ketika menikah masing masing memiliki peranan, kalau suatu saat suami sibuk atau istri banyak urusan rumah tidak usah saling tunggu bantuan datang. Intinya bisa mengatasi sendiri untuk beberapa waktu dan tidak manja. Terkecuali, urgent  jika si istri hamil, atau salah satu pasangan memang sedang kurang fit.

- Belajar mengembangkan diri
Belajar agama atau pengetahuan agama harus dipupuk sejak kecil, bahkan bagi yang mau menikah sok atuh digali lagi. Banyak keluarga yang tumbuh tanpa pengetahuan agama, ya itu membiarkan anak anaknya turun menurun jauh dari agama dan tidak ada kesadaran buat belajar. Coba, kalau sudah menikah dan punya anak tujuan semakin jelas bakal kemana kita coba?.  Belajar apapun itu proses yang terus menerus hingga sudah menikahpun. Banyak menemukan hal baru dan benar benar baru, mulai dari hamil, kegiatan rumah tangga seperti masak hingga mendidik keturunan, komunikasi dengan pasangan, belajar berbagi yang membutuhkan skill.

- Menjaga pergaulan
 Zaman sudah menunjukan ketidakmaluan, bahkan banyak juga suami atau istri yang tidak memiliki rasa cemburu bila salah satu pasangan terbiasa dekat dengan lawan jenis. Sebenarnya  bisa jadi keterusan loh yang awalnya teman, jadi curhat tergantung ini itu, kan ga bagus ya, semua campur aduk di pergaulan zaman now. (naudzubillah)

Penting juga kita menjaga diri, apalagi yang masih single jika bangga punya banyak teman laki laki, justru bisa jadi itu penghambat datangnya si dia (kesulitan ini kebalikan dari perempuan pemalu).
 
Apalagi lagi marak maraknya tu yang namanya pengganggu jadi hati hati saja, intinya perempuan jangan mempersilahkan, dan memancing dan lelaki jangan terpancing dan harus menjaga. Ada yang bilang "kepercayaan /saling percaya", gagal fokusnya adalah ketika pergaulan lawan jenis itu memang sudah diatur untuk tidak bercampur, apakah kata "saling percaya" ada?. Kan bercampur saja tidak boleh jika tidak ada urusan urgent , apalagi hanya dimodalin kata "saling percaya". pret banget ya. hihi. Tidak ada kata "membatasi diri" karena yang namanya pergaulan terutama pada lawan jenis itu hakikatnya memang perlu "dibatasi".
Jadi jangan coba-coba ya, jagalah pergaulan dengan cara yang baik.

Minimal mention pasanganmu atau perkenalkan pasanganmu pada teman teman

Apa lagi ya??

- Jangan Malas
Malas itu katanya penyakit yang paling susah disembuhkan. Apalagi dengan kemudahan kemudahan yang ada jaman now. Bagi ibu rumah tangga jaman now males masak tinggal go food atau beli, nyuci sudah pakai mesin cuci dll, tapi jangan sampai kemudahan tersebut membuat kita terlena dengan kemalasan. (saya berasa baru beberapa bulan porsi dirumah banyak, kemalasan pun mulai membuai) haha. So, kalau yang sudah malas dari dulu, perlu energy ekstra untuk adaptasi yah karena yang namanya keadaan ga ada yang bisa tebak, jadi jangan fikir senang senangnya saja.

Justru harusnya dengan kemudahan itu, jadi bisa lebih banyak melakukan kegiatan lainya yang bermanfaat, waktunya lebih efisien.

- Raih mimpimu dan ambil kesempatan baik yang datang
Jika belum rejeki untuk menikah, coba hal hal baru (sama seperti belajar mengembangkan diri). Jikalau ada kesempatan mendapatkan kerjaan lebih baik, beasiswa ataupun yang bisa mendatangkan dampak positif, jangan ragu untuk diambil. Kesempatan tidak datang dua kali.
Bukanya tidak bisa diraih ketika sudah menikah, hanya saja waktu yang dipunya menjadi lebih terbagi dan sempit, jadi gunakan kesempatan baiknya.

NB :

Banyak berdoa dan biasakan berbagi juga meringankan urusan orang lain (orang tua, saudara, teman, dll), mudah mudahan jodoh segera bertamu. =D



--Keraslah terhadap dirimu sendiri....
A.rizkyarti----

Sabtu

DIA INGIN KITA SETIA

Saat usiamu bertambah, engkau makin terdorong untuk mengubah sesuatu, mewujudkan impian. Mengubah yang keliru jadi benar, dan mewujudkan yang belum ada menjadi ada. Meluruskan yang bentrok jadi tegak. Sikap dorongan muncul, ingatlah bahwa ketika kita bertindak, maka Allah pun berkehendak pula. Yang pasti terjadi adalah kehendak Allah.

Berjuang untuk sebuah impian yang diwujudkan dalam kebaikan diri, dan bila engkau belum dapat mewujudkanya maka tak perlu berkecil hati, coba lagi, coba lagi, coba lagi, coba lagi, dan coba lagi. Sampai akhir hidupmu. Walaupun ternyata hingga akhir hidupmu, impianmu belum bisa diraih, tak mengapa. Tak perlu bersedih membebani diri dengan mengeluh dan menyalahkan hatimu atas ketidakberdayaan dirimu untuk meraih mimpi tersebut.

Saudaraku.. Allah menciptakan kita bukan untuk berhasil, namun setia. Yakinlah Allah, malaikat dan rasulullah melihat kesungguhanmu bukan keberhasilanmu.

(bang din) Slalu ada harapan

..............................................................................
(lupa judulnya)....

Ingatlah rasa bahagia bisa muncul pada orang-orang yang sedang jatuh cinta. Orang yang mencintai akan bahagia, bukanlah yang dicintai. Semakin menuntut, semakin tidak puas, semakin berserah diri semakin puas. Ketika kita mencintai Allah swt, tiba-tiba kita bisa merasa betapa banyak cinta-NYa kepada kita. Betapa banyak yang telah Dia berikan kepada kita. Dan kemudian kita merasakan nikmat yang luar biasa terhadap segala yang Dia berikan kepada kita. Hal tersebut tidak pernah dirasakan orang yang tidak mencintai, apalagi yang selalu menuntut untuk dicintai, karena orang menuntut selalu berfikir tentang apa yang akan datang, bukan apa yang dia terima. Dia bahkan tak akan pernah bisa merasakan apa yang telah dia miliki. Tapia apa yang dia angan-angankan dengan ego belaka. Disinilah kurangnya, kenapa kita selalu merasakan ketidakpuasan bahkan kadang merasa gagal dan menderita karenanya.

Hal tersebut karena kita tidak belajar meyertakan hasil dan keputusannya dan keinginan kita pada-NYA. Padahal semua hanya fatamorgana. Yang perlu dilakukan…serahkan segala hasil kepada Allah swt saja. Kita hanya berusaha untuk mencapainya tanpa harus terjebak oleh angan-angan palsu. Allah swt pasti memilihkan yang terbaik buat kita. Berserah dirilah kepada Allah swt.


(Agus Mustofa) Slalu ada harapan..

Selasa

HELLO

Hai, Teman Teman


Semua Cerita disini akan segera diback up ke tempat lain.
Jadi, untuk menulis disini mungkin vakum dulu untuk sementara.





Salam Rindu,

Adisti R