Kamis

Teman Masjid di USA

"Setiap gambar tentu ada ceritanya, sehingga yang namanya kenangan tidak tinggal kenangan yang mudah dilupakan". back up (hihi).

Dibelahan bumi barat dan timur, sama sama merayakan hari raya Idul fitri di Hari Jumat. Alhamdulillah kami masih menjalin tali silahturahmi hingga saat ini. Foto itu saat mereka sedang berlebaran Jumat kemarin disana. #hihi.#mendekatkan yang jauh (ambil positifnya)
Ketika di sana, remaja yang satu ini, setiap Kamis malam selalu datang ke appartemen, hanya untuk berbincang- bincang, apa saja.

Teman teman yang digambar itu (lupa namanya, susah #haha) mereka ada yang dari Turki dan Srilanka.

Dia juga pencinta kucing, dua ekor kucingnya pernah dibawa.
Lyuba namanya ia remaja kulit hitam yang sangat baik. Jika suatu saat menginjakan kaki di negeri sebrang, akan melihat bagaimana bedanya ekspresi kita dibandingkan mereka. Dia suka sekali sama yang namanya Gymnastic ternyata itu latihan dia setiap minggunya. Ngeliatnya aja ngeri, loncat sana sini, koprol, bergelayut di tiang. Aduh Aduh, ngilu. #kkk. Mau ga mau liat video dia.

Tipe berbicara mereka sangat ekpresif, walaupun kebanyakan dari mereka bersikap individualis. Anak kecil aja kalau ngobrol udah kaya orang tua. #kkkk

Anak remaja tanggung ini mengajarkan bagaimana kami bersikap di negeri paman sam itu. Misalnya :
1. Kalau ada tamu, jarang mereka yang menyediakan makanan untuk disajikan, paling cuman dikasih soda atau air berwarna lainnya. Jarang juga loh yang minum air putih, saya aja ambil air putih tinggal buka keran minum deh, karena memang udah bersih #katanya #hahaha. (Tapi kadang otak Indonesianya muncul, air dimasak dulu).

2. Kalau diundang makan, silahkan langsung ambil sendiri. Ga ada tuh yang namanya disediain alias dirames kayak di sini.

3. Penawaran hanya berlaku satu kali. Orang sana jarang ada yang melakukan second chance jadi pikir baik baik kalau mereka menawarkan sesuatu.

4. Kalau di acara resmi, makan mereka banyaak. Ada pembuka, makan dam penutup, termasuk jika pergi kerumah makan, jadi kalau ke restauran kamu pesan ayam panggang misalnya, lalu si mbak-mbak pelayannya itu bilang "mau pakai apa, mass potato, dikasih bumbu ini, salad, dll". Jangan coba-coba pakai additional seperti itu. Misalkan mau bisa berbagi dengan temannya (temannya gausah pesan makanan). Bakalan banyak bangeeeet. (cukup shock kalau ingat hari itu, walaupun harganya tetep) lebih dari porsi Padang bawa pulang. 

5. Jangan heran ketika banyak orang yang pakai kaos kaki beda sebelah. Itu jadi bahan pertanyaan saya kepada Lyuba (terutama untuk anak remaja). Mereka punya banyak kaos kaki, dan ketika dicuci kaos kaki mereka campur baur, sehingga mereka malas untuk memasang masangkannya (agar terlihat serasi)

6. Thank you, cukup dilakukan sekali. Karena mereka mengerti satu kali bilang thank you sudah cukup bagi mereka.

7. Sorry, itu juga sama (jangan kaya mpok minah). Di beberapa tempat bilang sorry ini menjadi hal yang sangat dalam. Sama seperti thank you, sorry disini untuk menyatakan penyesalan yang sangat dalam, jadi cukup satu kali mengucapkan kalau kamu merasa tidak terlalu bersalah, karena mereka akan menyangka kamu telah berbuat sangat buruk.

8. Panggilan ke yang lebih tua menggunakan nama, ga usah pakai mom, sir dsb. Inilah yang menyebabkan jarak antara orang yang lebih tua dan yang lebih muda terputus. Tapi bagi mereka, hal tersebut dianggapnya sangat friendly.

"Oh, Adisti why Indonesian girl look so small ?. You look like 15 years old"
(Lyuba said)

Walaupun dia memanggil "hey woman, what are you doing!', "come here, old lady" karena tidak terima kami terlihat muda #kwkwkwk.

Ya, awet muda... #hahahaha


 #I miss you Guyssss......

Rabu

Lebaran

17 July 2015


Ied Mubarrok!!
I was really happy and sad on that day. Sad because it was too short to feel Ramadhan even we had done it for 1 month.



Taqabalallahuminna waminkum, Shiyamana wa Shiyamakum.
Mohon maaf lahir batin, bisi aya kalepatan ti abdi
Bilo salah talampau gadang, mohon jo maaf setulus hati
Salam basalam iko indak dapek, hanyo pasan ka ganti diri

#temen2 yang belum sempat ketemu, maaf lahir batin dalam mimpi aja, iyain ajah lah ya.
#berapa bahasa di sini?!

What did you do on that special moment?
Biasanya sih :
1. Bertakbir di malam hari
2. Shalat Ied
3. Silahturahmi (ngider untuk maaf maafan sama tetangga dan temen temen)

Berbeda antara lebaran di Indonesia dan ditempat luar Indonesia (dimana?). Lebaran idul Adha / Kurban lebih ramai di negara lain, kalau di Indonesia lebaran idul Fitri yang ramai sekali. #I dont know why.

Terlebih ketika salam basalam dengan tetangga yang seumuran, sudah pada besar dan memang sudah jarang keluar untuk sekedar main, paling hanya ketemu papasan dan bertegur sapa. Mereka adalah teman kecil. Teringat jaman main boneka, rumah rumahan, dokter dokteran, bp-bpan, kantor kantoran, masak masakan sampe marah marahan. Belum lagi berebutan tokoh sailormoon, power ranger, AB three, untungnya sih baja hitam enggak, kalau iya mungkin saya kebagian jadi Ban nya #eh ga ada ban ga bisa jalan loh motornya. #ckkkkk #da aku mah gitu orangnya.

4. Foto- foto
Dua dibelakang (krudung putih dan biru) sudah berkeluarga memiliki anak sama sama laki-laki.
Inilah diaa #jengjengjengg. Formasi kurang satu, karena sudah pindah ke Palembang.

Dan yang tidak berubah hanya diriku seorang, dengan paras yang sederhana menawan #kwkwkwk. Alhamdulillah pemberian Allah yang patut disyukuri bagaimanapun jadinya.

Berkumpul dengan keluarga adalah hal yang paling mengasyikan, apalagi kalau mau diajak foto bareng.

Anggota keluarga baru si Tabby juga ikut foto
Itu Adik (malaikat tak bersayap) walaupun dia adalah seorang disabillity, tapi ga pernah ngeluh

5. Berkunjung ke tempat sanak saudara
Momen asoy lah, tak dapat diungkapkan dengan kata kata. Belum lagi pas ke tempat bude (kakak ayah), yups keluarga ayah berdarah minang, tapi adik adik laki lakinya memanggil tante/bibi kami dengan panggilan berbeda : Uni, kakak, ceuceu, teteh, dan yang paling kecil dipanggil nama (mungkin memudahkan).
Formasi tidak lengkap, ada lima orang lagi harusnya. Ada yang lebaran di tempat orang tuanya atau mertuanya, ada juga yang tidak datang, ada juga yang masih di rantauan.

Hari ke tiga, kami cuss ke rumah datuk, kadang-kadang sih ikut setiap lebaran. Hanya lebaran kali ini ikut dateng, sebenernya sih ga deket karena generasinya jauh, deketnya sama orang tua kita2, T_T eh kedapetan nasehat #kkkk#pukpuk. TarimokasiahPa, "janganlah banya milih, nanti melesat sulit lai". Masalahnyo pilihannyo jua ma Pak. #kk

6. THR?. Iyah sebenernya itu singkatan dari Tunjangan Hari Raya, yaah gpp lah Thr sodara. Sekarang saya sudah tidak dapet thr #haha. Tinggal sepupu-sepupu dan keponakan yang kecil2 yang masih dapet. #Sepideh dompet.

Okey, ini ceritaku, mana ceritamu?
#Indo** seleraakuuu
#Teteep Asyikkk



Kamis

Mereka


Sahabat dekat itulah sebutan untuk mereka yang berada di foto. Mungkin kami berpisah menyesuaikan tujuan yang ingin mereka raih. Tapi selalu ada waktu untuk bersama menjalin silahturahmi. (foto:late post)

Kami berbeda satu sama lain dari segi pemikiran, namun karakternya hampir mirip mirip. Tiga orang pendiam, dan dua orang diluar pendiam #yaamasuklaah, saya masuk mana yaa?!. Punya teman banyak memang asyik, tapi lebih asyik bila ada yang tetap bersama kita hingga kapanpun. Kalau sudah ketemu, rame lah apa saja diobrolin #biasaperempuan. Grup di salah satu media pesan juga menjadi salah satu cara kami berkomunikasi.

Tiga dari kiri sudah melenggang ke jenjang lebih tinggi di pendidikan, dan dua dari kanan menyusul kapan-kapan #haha. Bahkan satu dari mereka ada yang sudah melenggang ke kehidupan rumah tangga (yang ditengah). Ya, secara tidak langsung kami sisanya hanya mendengar ceritanya saja. #haha. Yaps tepat hari Senin kemarin, kami kedatangan keponakan laki laki bernama "Fadlin", mungkin ini singkatan nama ayahnya #hihi. Rasanya itu seneng #kwkwk, tanggalnya deketan sama eike jadi mudah diingat. #alhamdulillah. Mungkin nanti kami menyusul segera =p. #aamiin yarabbal'alamin.
Kali ini cerita yang datang darinya adalah melahirkan. Yap, dari dulu kalau bahas yang ini, hanya bisa mengerutkan dahi dan bilang "semangaaat" pada diri sendiri padahal!!? #dengernyalemes.

Sebentar sebentar....Bismillah, karena sudah 1/4 abad. Saatnya, kembali "mendaki gunung lewati lembahh, sungai mengalir indah ke samudera..." #ahdaridulu#jangan sampe denger cerita mulu ah.

Rabu

Dua Musim


Acer Ningrum  itu nama ilmiah dari daun mapel yang banyak terdapat di negara 4 musim. Musim yang satu ini salah satu musim yang tidak dapat ditemukan di Indonesia, so menjadi sangat spesial ketika mengalaminya. 

Ternyata macam daun ini banyak dan pohonnya pun banyak macamnya. Yang paling bagus versi saya adalah yang berwarna merah dan kuning merata. Ketika musim gugur tiba daun daun pohon berganti warna dan menjadi sangat cantik.
Ketika di hari kamis sore kami biasa lari jogging, kami lari ditempat yang pohonnya itu berubah warna, dan rasanya cantik banget #pohonnya yang cantik.
belum lagi karena musim gugur ini peralihan menuju musim dingin udaranya pun agak sedikit dingin. Kalau di bogor udah kaya puncaknya lah. #hihi. 

Jalan jalan (beneran jalan loh => walking kalau bahasa diditu mah) dari rumah sampai supermarket, kan lumayan bisa liat pohon cantik. Metik dikit lah, #haha, walaupun angin dingin itu selalu menyergap tubuh kami. Kalau ada angin udah kaya mau terbawa, lumayan besar disana anginnya, jadi harus lengkap pakainnya secara orang tropis. Bisa ngomong gini karena orang sini masih ada loh pakai pakai baju setali atau celana pendek ketika angin dan udara dingin #ampunampun deh. Sampai mikir sendiri, apa pakaian kami lebai ya?!, dimusim gugur gini pakai jaket tebel juga #kwkwkwk.



Salju, Bola Bola salju musim ini juga tidak ada di Indonesia jadi menjadi spesial pun ketika merasakannya. Pada musim dingin ini sebelum salju menjadi lebat, main bola bola salju dan bikin boneka salju adalah hal yang paling menarik. Tapi, niat untuk keluar rumah itulah yang sangatt sulit. Sebenarnya, salju itu berasa dingin tapi lebih dingin lagi bila ada angin yang menambah suasana menjadi lebihh dingin. Nah, kondisi paling bagus itu kalau salju turun tapi matahari bersinar, dinginnya ga terlalu berasa, asal jangan ada angin aja. 

Bikin boneka salju itu memang diniatin, walaupun berangin. Susah juga loh buat boneka salju, ga bisa asal tumpuk saljunya tapi dibuat bola salju kecil dan kemudian kita gulung gulung bulat dengan kedua tangan sambil berjalan mendorong gulungan hingga besar. Itu rasanya #sesuatu dingin banget, pakai sarung tangan dua lapis pun ga fungsi, alhasil jadinya tak sebesar yang diinginkan.
Behind the scene nya kami bertiga masuk ke rumah dan berlindung ke kamar mandi dan nyalain heater dan cuci tangan pakai air hangat, secara bergantian #nyessss banget rasanya. 
Belum lagi air asin di hidung meleler leler. #mantaap. 

Ditengah musim ini, salju semakin lebat, setiap pagi petugas pengeruk jalan lewat untuk membersihkan salju di jalan. Dan pemilik rumah mengeruk salju di halamannya agar orang lain mudah menggunakan jalannya. Ketika kita masuk ke dalam salju yang tertimbun selutut itu rasanya #nyeesss lagi, pengen ngumpet lah di dalemnya kalau main petak umpet, dan karena seperti karpet putih jadi pengen bobok diatasnya (ga dingin loh #ditahan).

Kejadian tak diinginkan ketika kami ber-lima naik kendaraan untuk berangkat di pagi hari, dan kemudian.... Sreeeett, kendaraan kita melesat muter sledding karena salju air yang membuat licin. Ketika itu yang lain hanya terdiam terpaku dan berwajah datar menahan kencangnya degup jantung (saking shock nya kali ya), dan saya....shock juga. #kwkwk,==___==, berasa di pelem balapan. Dan dua kali saya merasakan hal ini. =_=" #ampun-ampundeh.


#nostalgia

Masih banyak ceritanya... to be continued..