Beginilah sudut sudut kota kecil Albion, NY.
Pertama kali ke sini memang sungguh berbeda dari segi bangunan rumah penduduk.
Di Albion bisa dibilang kota kecil atau desa lah kalau di Indo mah.
Perbedaannya mencolok dimana rumah-rumahnya terbuat dari kayu (terlihat antik) menurut mereka membangun rumah dengan kayu biayanya lebih murah dibandingkan dengan beton. Berbeda bial kalian pergi ke Kota besar New York, disana banyak bangunan pencakar langit dan gedung geung tinggi. seperti di Jakarta.
Tak heran banyak sekumpulan rusa yang sering nyebrang di jalanan (sayang ga punya fotonya).
 |
| Pict By : Adisti |
 |
| Ina's Doc |
Ini adalah rumah yang kami tinggali, kami menyebutnya "Red House". Awalnya, ya ampun kok gede amat ="=. Ternyata disana menyebutnya apartemen, dan didalamnya ada 3 rumah dibawah dan 4 rumah di atas. Dan Indonesia dapat rumah dengan nomor 1 yang paling depan kanan (jendelanya kelihatan). Setiap rumah dalamnya udah kaya rumah tipe 21 tanpa lebih tanah. Di belakang rumah itu ada hutan kecil, nah biasanya si kucing hutan dan rusa suka nongol dari situ. Setiap rumah juga memiliki ruang bawah tanah atau basement jadi rumahnya kaya panggung gitu. Jika tidak memiliki heater (pemanas ruangan) biasanya dibuat ruang ventilasi udara di lantai yang terhubung blower dari basement. Disana pembayaran heater terbilang muahal tergantung pemakaian, sehingga banyak juga rumah yang lebih memilih memiliki perapian di musim dingin.
Bisa dibilang panas di Indo kaya Spring nya di sana (musim semi), nah summer time itu panas bangett. (pernah merasakan tutung kulit, walaupun waktu itu banyak hujannya). Berbeda dengan kisah teman yang sebelumnya sudah disana, malem hari aja buka jendela saking gerahnya.
Pas pertama kali lihat kok mirip yang di permainan The Sim yang dikomputer ya model model rumahnya #ya iya lahh.
 |
| Ina's Doc |
Bila keluar rumah beberapa meternya kita menyebrangi jembatan. Jembatan ini bernama Erie Canal, ternyata jembatannya bisa buka tutup seperti jembatan Ampera di palembang itu. Hanya jembatan ini tidak terlalu panjang. Nah, tempat pemancingan ikan juga ada disini, tahukah disana untuk mancing kamu harus punya surat izin memancing (Fishing license), kalau ketawan ga punya sim urusannya sama pihak yang berwajib, dan polisi disini cepet banget reaksinya. Contohnya aja bila ada pria mabuk berbuat onar, yang dateng itu bukan 1 atau 2 polisi tapi bisa sampe 4 mobil polisi datang. #serem banget kan. Jangankan itu jika kamu membuat keributan dirumah walaupun itu pertengkaran pasangan, jika tetanggamu merasa terganggu mereka bisa langsung lapor polisi #kwkwkwkwk, dan polisi langsung datang mengetuk pintu #jengjeng. (Eh oot ya..#haha).
#awkward moment ketika biasa jogging di sekitar erie canal , dan beberapa rumah memelihara anjing, bukan anjing kecil loh gede banget lah pokoknya. Lari sih santai, tapi kemudian digonggong dan semakin dekat suaranya ternyata ga diikettt, alhasil jadi ngaberebettttt larinya (mikir: eike bisa kesusul sama anjing daripada berhenti plus nangis tengah jalan #haha). Nyampe rumah lemes lah itu kaki ==__== paur di gegel. Maklum karena rumah mereka jarang yang pakai pagar ditambah deket banget sama hutan.
 |
| Ina's Doc |
Yang ini adalah kotanya Albion, disna ada salon, restauran mexico, tempat souvenir barang2 antik (bagus2 loh), tempat jual kue reparasi pekakas (walaupun disuruh beli baru ujung2nya), bank dll. Bisa dibilang area ini cukup mati, kaya di jembatan merah Bogor toko2nya terlihat mati. (kalau menurut saya y). Liat aja suasananya bagus buat jogging.
NB : perasaan foto saya banyak tapi pas dilihat kok cuman segitu. Jadi kalau mau foto jangan tanggung tanggung, setiap sudut difoto atau beberapa kali foto nanti baru di pilah pilih.
 |
| Pict By : Adisti |
Ini adalah Post Office , mereka buka dari senin hingga sabtu, hanya di Sabtu seperempat hari dari jam 8 a.m - 12 a.m. Disini pakai surat masih populer.
#awkward moment ketika tetangga kami yang juga sama sama intern mengirimkan sesuatu lewat post padahal tinggal ketuk pintu aja, #kwkwk. Tapi jadi unik sih, kalau di hari spesial kirimkan aja kado nya lewat post walaupun tetanggaan #kwkwk.
dan setiap rumah pasti memiliki kotak post di depan rumahnya.
Nulis alamat surat juga ga bisa suka-suka kita #kwkwk. misal pakai amplop yang kuning/ box , nama pengirim di sebelah kiri atas dan penerima di kanan bawah. Nah, kalau kamu nulisnya kaya surat amplop kecil yang nama pengirim dan penerima ditulis depan belakang, jangan heran bila disuruh nulis ulang, mereka ga akan terima.
(Maaf ni oot lagi. Ada sih sebenernya fotonya tapi dicari ga ada ya).
Tau ngga ternyata, barang2 bekas yang masih layak pakai tapi sudah tidak terpakai itu biasanya mereka taruh di depan rumah dan dapat diambil secara cuma2 bagi yang memerlukan. misal : Sofa, tv dll.
Untuk barang bekas seperti sepatu dan baju ada tempatnya menyerupai BOX besar di jalan tertentu, Tinggal masukan barang yang tidak terpakai ke dalam box tersebut. Tapi, ada beberapa orang yang juga menjual barang2 yang tidak terpakainya dan memasarkannya di depan rumah mereka namanya Garage Sale awas bukan garbage sale yah #kwkk. Saya waktu itu beli raket bulu tangkis yang harganya cuman 1 dollaran, tebuat dari kayu raketnya bagus deh (tapi sayang ditinggal disana), dan disana yang jual bola kok berbulu jarang dan muahal, banyaknya yang plastik.
Jangan heran juga disini banyak mobil bekas (yang pasti lokal buatan mereka) sebagian merk nya tidak meng- internasional, tp masih bagus dan harganya setara 2 bulan stipend /salary mereka. Maklum mereka kan produsen bukan konsumen jadi pasti balatak lah disana. T_T.
 |
| Ina's Doc |
Ini adalah gorong gorong favorit kita, udah kaya dimanaa gitu apalagi pas sore hari di jalanan ada pohon pohonnya dipinggir teduh jadinya. Ini ada lah ketika perjalanan ke kelas B. inggris.
 |
| Pict by; Adisti |
Hoag Library kangeeen, biarpun otak saya rata-rata #hehe karna nyadar rata-rata jadi hal yang paling indah adalah pergi melihat jendelaaa dunia. Hoag library ini nama dari orang yang mendirikan perpustakaan ini, setiap kota ada perpus loh, tentu dengan nama berbeda. Setiap Sabtu di musim semi dan panas pergi kesiniii, andai di Bogor ada yang selengkap ini. Di dalamnya ada ruangan khusus (kelas), ruangan untuk baca anak-anak, ruangan komputer, ruangan untuk kegiatan (les rajut gratis, movie, speech dll). Bukunya pun dari buku anak anak (yang sering saya baca), buku hard cover National Geographic, tergantung judul, pertanian, kesehatan, cerita fiksi dll. Plus mereka meminjamkan cd film2 bioskop. #ah kangen lah sama tempat satu ini. Kami diberikan kartu perpus namanya Swan library (masih ada kartunya, g bisa dipake disini yaaa), ga kenal waktu kalau disini, buka dari pukul 10 a.m hingga 8 p.m kecuali hari jumat dan sabtu hingga 5 p.m. Tapi biasanya saya datang hari sabtu sampe jam 4 p.m.
#awkward moment ketika foto copy, biasa dilayanin sama babang babang, disana harus sendiri. masukin koin dan sambung ke komputer tekan-tekan baru deh ke copy , ya da aku mah apa atuh, masukin koin sampe berulang2, kaga jalan2 itu copy an ga ngeh harus di approve di komputernya.
--Sekian--