Hello world,i really miss you all so much ( ganti aksen ) #pret
Sudah lama banget saya ga nulis, need a long time to collect some spirits for write something here.
Oke, i'll start when i was going far away from my hometown and i have been here for 9 months.
![]() |
| Albion village |
Saat ini saya tinggal di Albion, NY, US, desaaaa banget di Albion ini, kalau kemana mana susah, harus ada mobil sendiri, transportasi umum jarang. Ya memang pada kenyataanya meraka yang tinggal disini pada punya mobol pribadi. Tapi saya masih punya sepedah (hahaha).
Salah satu hal yang bikin ngena di hati adalah ketika kamu pergi jauh dari negaramu dan kemudian baru menyadari bahwa negaramu lebih indah dari tempat yang kamu singgahi sekarang.
Hasil investigasi :
MAKANAN :
Jangan ditanya indonesia lebih beruntung, kita bisa petik buah dimana aja, pisang, pepaya, mangga, jeruk, nanas, manggis, dan terutama alpukat. Buah yang saya sebutin tadi Muahal di negara 4 musim (especially here).Buah asal negara tropis lebih bersi dan mengenyangkan. Beda dengan buah disini, umumnya keluarga berry berry an, kecil dan hanya berair. Malahan buah asal sini jadi kurang menarik untuk dibeli. Buah pisang yang biasanya diitung 1 sisir, ini belinya dihitung perbuah. I remember about my favorite banana like "sereh" banana. Disini sih yang dijual pisang cavendish. Mau bikin goreng pisang aja suseh kaga ada pisang oli dkk.(haha).
Kalau kamu tinggal disini pasti lebih banyak makan ayam,daging, keju, susu. ya bukan karena kebiasaan Barat terus ikut ikutan, tapi untuk hal tersebut harganya lebih murah dibandingkan dengan sayuran. (makanya banyak orang sini yang obesitas). Sehari hari makanan saya sayur buncis, kadang kadang beli bayam, wortel (harus ada setiap minggu). Pokoknya galau kalau mau beli sayur, tapi herannya saya ga gemuk gemuk makan serba berlemak. (that is my problem). Masakan siap saji disini banyak banget sampe sayur kaleng lengkap, (instant).
Hampr smua barang dijual di supermarket, termasuk sayur dan buah. Mereka juga ada yang punya farmer market tapi produk mereka sebagian masuk ke supermarket. Wah kalau cerita pertanian disini, saya cuman bisa melongo, wajar mereka ekspor komoditas pertaniannya besar, wong lahanya juga luas bangeeett.
tapi jangan salah kami bisa beli sayur murah (masih mahal si kalau untuk kantung Indonesia), di Asian food Market. Belanja disana sudah kaya nemu sodara (hahaha), walaupun sodaranya sipit sipit (kwkwkw).
| Adisti, Memei, Putri dan Dita (Promosi Indomi) |
SANDANG :
Jangan ditanya Indonesia lebih beruntung, kita bisa dapat kain dimana mana dengan corak dan harga yang jauh lebih murah. Disini bingung mau beli baju, semua Made in China, Made in Indonesia, Made in Vietnam, Made in asia lainnya. Begitupun sepatu merk terkenal Nike materialnya Made in Indonesia. #hellow. Saya punye cerita ketika saya pakai baju batik ke Supermarket terdekat disini, somebody said" wah your clothes was beautiful!", kalau aku bawa banyak batik udah aku kasih sebagai promosyi (haha). Satu lagi ketika pakai tas kulit banyak lagi yang nanya " your bag was good, where did you buy it?", lagi lagi promosi negaraku tercintah. Disini sesuatu yang bagus itu mahaaal syekali walaupun negara ini penghasil kulit dan daging terbesar juga, tapi kalau di Indonesia sesuatu yang bagus itu bisa didapatkan lebih murah. Dan disini ukuran baju saya disamakan dengan badan umur 15 tahun (teenager), ukuran baju dalem pun begitu ==__==. Baju dalem dengan harga 30 ribu 1 buah di indonesia sudah mahal, disini harus keluar 8 dollar more to buy one. Apalagi brand Vic***ia Secr*t, ampun ampun deh satu pasang baju dalem harganya 50 dollar more, katanya yang pake itu jd "good looking", untungnya saya bukan tipe yang mudah terbujuk iklan. Beruntungnya saya bawa banyak baju.(hehe)
Mereka pintar bisa bayar murah untuk negara pembuat dan menjual harga
mahal di negaranya. Ditambah lagi orang kita lebih senang membeli brang
luar yang harga mahal, tapi di sini mereka lebih senang membeli barang
kita yang sudah tentu lebih murah dari barang buatan mereka (khusus untuk sandang).
Masalah
sepatu, baju dll, masih oke di negara kita. Sempet bingung banyak artis
yang ba ngga kalo beli di luar, iya mahal karena belinya dihitung pakai
dollar plus brand yang kalau dirupiahkan menjadi muahal.
JALAN RAYA
![]() |
| Nyebrang jalan, pencet dulu |
hmm, macet sudah pasti ada di kota-kota besar seperti Newyork. Macet syekali, kalau di Jogja kaya jalan di Malioboro. Tapi peraturan lalu lintasnya sangat ketat, mobil yang kecepatannya lebih dari yang dientukan di jalan raya, langsung polisi datang mengejar mobil tersebut. Jika ada orang yang jalanin mobilnya ga becus, alias pungkal pengkol (kata orang sunda mah) lansung ketawan sama polisi dan dimintai sim. mantep lah. Pejalan kaki itu diutamakan dibanding pengendara, setiap ada yang mau nyebrang pasti mereka berhenti duluan walau ga ada lampu penyebrangan.Membunyikan klakson juga dianggap tidak sopan disini, makanya itu dilakukan untuk keadaan darurat.Yang namanya motor itu ga ada disini, ada pun motor gede Harley, dan itupun beberapa orang saja (kaya perkumpulan orang yang punya motor harley).
Kurangnya public transportation, kaya subway (kereta bawah tanah) di NY, itu no recommended, kurang baik suasananya. Kondsi jalan di kota besarnya seperti NY, sama dengan di Jakarta atau Bogor, macet dimana mana, bener bener crowded sama manusia.
middle story:.....
Jangan heran juga ketika ada anak 15 tahun yang berani beraninya ngajak kenalan orang tua seperti saya dan slah satu teman dari indonesia ketika duduk asyik baca buku di perpus.
Pergi ke perpus, adalah acara rutin saya di summer time setiap sabtu kalau ga kerja, saya sempatkan pergi ke sini, Lumayan nemu banyak banget buku National geographic. aaaakk, iya kalau nemu yang hard cover langsung nyanyi "ingin ku milikiiii, dengan sepenuh hatii, !" (hehe). Oh kalau foto ini saya ambil ketika masuk kelas jam 6.30 malam dan winter time. iya setiap Selasa kelasnya di perpus.
"Hello, .....", "how old are you".
Kami hanya menjawab "guess?!".
He said " you must be 10 years old".,,
(hehe,) ya kita hanya tertawa, "no!! we are older than you",
"oke 15 years old, because iam 15!".. lagi lagi kita cuman tertawa.
"Frankly, iam 24 years old and my friend 26 years old!". Giliran anak bocil itu yang ketawa
" impossible, ,are you sure!"..
(dalem hati) "we are pretty sure..!" I feel young here (kwkwk.)
i think the reason is because we looked too thin in everypart on body.(haha) ==> no problem, no problem. =_='
oh iya, singkat kata : Mereka mampu menghasilkan inovasi yang bisa membuat mereka bertahan, bahkan inovasinya bisa menghasilkan income yang besar dan tersebar ke luar negara mereka. Mereka bisa membuat produk yang mampu dijual mahal dan berharga.
kenapa coba bisa bilang ini, karena ngeliat barang barang kecil kaya pensil, penghapus, (alat-alat sekolah), baju mereka lebih memilih impor, dan kalaupun mereka buat ga sebagus yang kita punya. So mereka mnguatkan apa yang mereka punya (kayaknya sih)dan lebih menguntungkan kalau dijual. Ga tau kenapa saya sampe kleyengan nyari lem kertas #pengalaman, di ndo yang 100 perak aja ada. Beli pensil (cetrek cetrek) harus se pack, sekali pake langsung buang (jarang yang jual isinya). Cari tempat betulin barang elektronik jarang, sempat nganterin teman untuk repair leptop dia, malah disuruh beli yang baru. (buseet). Yups, saya mendengar dari salah satu American disini, kalau barang elektronik mereka punya jatah kurang lebih 5 tahun an, kalau rusak ya beli baru.(walaupun itu rusak kecil).
Kalau mau merasakan surga dunia kesini aja, semua serba praktis dan dimanjakan. Tapi, Saya mending di Indonesia ajah =)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar