Senin

SIAPA PUNYA BAKAT ILMUAN???


Minggu lalu, saatnya iseng ngegodain buku-buku, nemulah buku ini yang tidak beda dengan buku lainnya yang kalau dibaca mata menjadi sayup-sayup,,heueuheu
dan ada bab yang menarik untuk dibaca...
cek it out!!

Doc : google pictures

Buku : "Daun-daun Berserakan" (Andi Hakim Nasoetion)

Apakah ciri anak berbakat ilmuan :
Definisi pertama berasal dari pemerintah Federal Amerika Serikat, menurut definisi ini “Anak berbakat adalah ia yang memiliki kemampuan dan atau prestasi dalam salah satu atau lebih usaha manusia berikut :

a. Kemampuan intelektual umum
b. Kecerdasan akademik tertentu
c. Berfikir kreatif dan produktif
d. kepemimpinan
e. Seni rupa dan seni pertunjukan
f. kemampuan psikomotor

Definisi kedua berasal dari gabungan pendapat T. S Newland dan J. Ned Bryan, yaitu : Anak berbakat ialah dia yang selalu unggul atau menunjukan kemampuan untuk selalu unggul dalam berbagai usaha manusia yang bersifat akademik, mencipta, memanfaatkan gerakan otot tubuh dan atau kepemimpinan.

Definisi ketiga berasal dari Joseph renzulli. Seorang anak berbakat memiliki kecerdasan di atas rata-rata, daya cipta yang tinggi, dan ketekunan yang tangguh. Ketekunan yang tangguh ini diungkapakan oleh kemampuannya mengutamakan yang mana harus diutamakan dalam pengerjaanya, kemampuan mengatur pelaksanaaan tugas, kemampuanya memulai tugas itu, dan kemampuannya untuk bertahan pada tugas itu sampai selesai.

Dari ketiga definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa anak berbakat selalu memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata, yang misalnya dapat diukur oleh prestasinya di sekolah. Tetapi, ukuran yang diperlukan bukan hanyalah itu. Harus ada pengamatan tambahan yang dapat mengungkapkan sifat-sifat yang lain yang cukup penting mengenai kemampuannya menciptakan sesuatu yang baru dan ketekunannya melalui tugas.

Ciri-ciri anak berbakat ini dikaitkan dengan persyaratan yang diperlukan oleh seseorang agar dapat menjadi ilmuwan yang berhasil, perhatikan apa yang dikemukakan H. Mohr dalam buku Lectures on Structure and Significance of science. Di dalam bukunya ini ia menrangkan persyaratan berikut bagi seorang ilmuwan :


1. Tingkat kecerdasan di atas rata-rata, yang dicirikan oleh mengenali dengan segera seluk beluk rumit yang menyebabkan timbulnya suatu permasalahan yang akan dipakai sebagai bahan penelitian
2. Daya cipta yang tinggi, yang dicirikan oleh kemampuan berfikir dan memandang persoalan dari segi yang tidak lazim atau inkonvensiona, serta kemampuan mengkhayal yang luas tetapi tetap terkendali
3. Ketekunan yang tinggi untuk menangani suatu pekerjaan dengan perhatian penuh, karena suatu penelitian sering kali memakan waktu yang lama dan memerlukan perhatian dan pemikiran yang penuh
4. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi seperti halnya seorang anak ingin menguak semua rahasia yang baru diamatinya


YANG AKAN BERHASIL ???
Jenis anak berbakat ada dua :
1.   Anak yang potensinya tinggi tetapi kurang menunjukan kemampuan itu
2. Memiliki potensi tinggi dan dapat mengungkapkan potensinya itu dalam bentuk prestasi yang tinggi pula

Ada 3 ciri anak berbakat yang dapat menentukan jalan hidup mereka :
1.    Mereka selalu diberi dorongan orang tua
2.    Mereka dapat dorongan dari guru yang mereka kagumi di sekolah menengah
3.    Kebanyakan dari mereka di dalam perjalanan hidupnya pernah mendapat tekanan lingkungan
                                                  
Program perintis II dicoba ambil alihkan dengan PMDK, sehingga hasilnya dicoba komputerkan. Nilai rapor dibakukan dengan satu pembakuan yang semu yaitu berdasarkan prestasi masing-masing sekolah.
PMDK (pemanduan Minat dan Kemampuan) memang sangat tepat, karena diukur hanyalah kemampuan akademik. Semua hal yang berbau bakat yang ada dalam berkas keterangan sama sekali tidak dipakai. Dan memang tidak mungkin dipakai kalau pemanduan hendak dilakukan dengan jasa computer.

Pelajaran paling penting yang didapatkan pak andi dari ahli pemuliaan tanaman dan statistika yang menjadi guru besar di Amerika Serikat ialah bahwa kita tidak boleh percaya bulat-bulat kepada data yang kita ukur dan kemudian diolah oleh computer menjadi keluaran berupa lembaran-lembaran tercetak. Data itu boleh kita gunakan untuk menyisihkan tanaman atau ternak yang paling lemah. Tetapi begitu kita sampai pada tahap pemilihan tanaman atau ternak yang paling unggul maka sasaranya harus kita lihat dengan mata kepala sendiri. Kalau ternak dan tanaman saja tidak boleh melakukan hal yang demikian, apalagi manusia yang diatas makhluk hidup lain , kemampuan harus diukurnya itu tidak terletak pada malai atau lingkar leher, tapi di dalam otak.

Jadi, usaha seperti ini harus menggunakan informasi kuantitatif dan kualitatif yang diberikan kepada sekolah dan tidak diberikan secara standar nasional, tetapi atas dasar lingkungan setempat. Karena dipengaruhi oleh genetic dan lingkungan (seleksi pada tanaman dan ternak unggul).

Apalagi jika hendak menemukan calon-calon ilmuwan yang berbakat, karena pada manusia yang telah dianugrahi akal untuk bernalar, faktor lingkungan jauh lebih besar pengaruhnya terhadap ungkapan luar seseorang.

Mutiara, 24 Oktober – 6 November 1984

Apakah Anda termasuk di dalamnya??