Ramadhan ke 20
Tahun kian tak bertepi
Riuh terdengar tak pernah sepi
Panas menyambar kini
Tak peduli air memadamkan hati
Kicauan burung kian terdengar perih
Namun membuat lesu pipi
Bersedih hati bukan jalan ini
Melihat cermin tak kunjung henti
Ranting kering meliputi
Seakan sepi berpeluh sendiri
Siang pun berganti
Malam jua kan kunjung pergi
.
.
Hai air
Tidak kah kau terus mengalir
Walau merasa tak bertepi