Kamis

ILAH

Apakah yang ada di benak anda jika mendengar kata "ILAH"??

ILAH itu ==> sesembahan atau sesuatu yang diagungkan, sesuatu yang dicintai, sesuatu yang diikuti, sesuatu yang ditakuti, dan sesuatu yang diharapkan pemberiannya.

www.fineartamerica.com

1. Menurut surat Al Baqarah (2) : 165
" Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembaan  tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang amat beriman amat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu, mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)"

nah, ayat diatas menerangkan "sesuatu yang dicintai",
terkadang banyak juga manusia secara sadar atau tidak sadar mencintai sesuatu sama besarnya dengan rasa cintanya kepada Allah... (iya ya..),
tandingan-tandingan didalam ayat itu dimaksudkan, seperti terlalu cinta dunia (cinta pada artis, uang/harta, manusia dsb)
contoh : ketemu artis sampai nangis-nangis gak jelas hehe

kira-kira bisakah kita mencintai Allah benar-benar dari lubuk hati yang paling dalam??
seperti orang yang jatuh cinta, jika disebutkan namanya saja hati langsung bergetar, seperti ada kilat dan membuat termangu, atau bahkan jika bertemu orangnya tak bisa berbicara sepatah katapun
hehehehe.. (hmmm begitu lah yang namanya cinta)
seperti sahabat nabi yang saking cintanya pada beliau, sampai-sampai ketika bertemu wajahnya tertunduk dan tidak bisa berkata sepatah katapun (padahal dia lelaki loo)...

tapi itulah yang dinamakan cinta...ketika azan berkumandang (Allah memanggil) kita semua untuk menghadapnya, seharusnya ada getaran di hati kita (itu bukti cinta kita padaNya),
dan dengan senang hati dan berbunga-bunga "wah, Allah sudah memanggil kita untuk berdoa kepadaNya"

tapi sadar- atau tidak sadar kita terkadang lalai...

2. Surat Al Furqan (25) : 43
"Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya"

misal saja seseorang yang yang sangat sulit dinasihati atau diberi masukan.. mereka lebih memperturutkan hawa nafsunya.
bila hawa nafsu terus saja diperturut maka akan jadi kebiasaan buruk yang sulit untuk dirubah karena sudah menjadi bagian dari dirinya..

ada empat hal yang membuktikan apakah kita mampu melewati jembatan shiratal mustaqim:
1. ilmu yang bermanfaat
2. usia muda  ===> dipakai apakah saat muda??..karena masa muda adalah masa yang paling berbinar-binar dan penuh godaan
3. seluruh usia kita ===> dipakai untuk apa juga selama hidup kita
4. harta ===> dikemanakan dan dipakai untuk apa harta kita??


3. Surat An Nahl (16) : 51
"Janganlah kamu menyembah dua Tuhan, sesungguhnya Dialah Tuhan yang Maha Esa, maka hendaklah kepada Ku saja kamu Takut"

pada sesuatu yang ditakuti :
1. Takut Lahiriah (fobia)
2. Takut yang disyari'atkan (Takut kepada Allah swt)
3. Takut syirik

ketiganya tidaklah boleh hingga menghalangi ketaatan kita pada Allah
jikapun seperti takut lahiriah (fobia) sebaiknya benar-benar dilawan dan ditekan rasa takutnya

misal takut ulet  (pengalaman saya ketika penelitian =="== )===> ketika secara tiba-tiba ulet bulu kecil-kecil menempel pada sekujur badan memang rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya karena gelii, tapi karena ditahan dan mencoba untuk tidak panik maka otak kita berfikir normal untuk segera manyuruh tangan menyentil ulat-ulat satu per satu dengan menahan geli.... heuheu

walaupun setelah itu merinding pisan saya

manusia juga punya "magical thingking" (dimana selalu menangkap kata-kata orang secara mentah, sehingga berfikir macam-macam padahal kenyataanya tidak ada apa-apa) <=== sugesti
fikiran kita jangan pasif yang hanya bisa menelan apa kata orang saja,

misalnya "eh, dirumah itu ada hantunya, kemaren kursinya goyang sendiri, lampunya kedap-kedip (konslet x ya heuheu), setiap malem ada suara nangis"

a. dann orang yang mendengar langsung berkata "hoo iya.. =="== ah saya gak mau lewat situ kalau pulang, serrem jadinya...haduuu!"

nah, itulah langsung ditelan mentah-mentah, tapi ada juga yang berkata
b."hoo iya, ah jangan nakut-nakutin ah, coba nanti saya lewat sana!"

dann ketika beneran lewat orang itu juga kemakan sugesti, sehingga menjadi ngeri ketika lewat dan gak sengaja juga lampu tiba-tiba kedap kedip heuheuheu....===> ngaciiiir jadinya

c. "semua berhak percaya akan adanya mkhluk selain manusia (jin), tapi kita juga jangan takut toh mereka tidak mengganggu, kalau takut mereka malah seneng godain kita" <==optimis
dan ketika lewat rumah tersebut ...tenang..tenang ...baca ayat kursi heuheu...

nah seperti itulahh,,heuheuheu kalau saya sendiri masih agak canggung kalau lewat rumah kosong gelap pulah,,hadeuuu buru-buru jalanya...ckckckck
ayooo jangan penakut yaaa..kekekek... #jadi inget KKP setiap malem lewat hutan bambu

* ada pengetahuan baru,, pernah kah ketika kuliah dihadapkan dengan dosen yang bersikap menekan mahasiswanya dan membuat kita takut padanya setiap waktu kuliah di kelas?...
mau tau maksud dibalik itu???

menurut pengalaman kak Widy yang diberitahu dosen psikolognya : sebagian dosen bersikap seperti itu agar ketelitian mahasiswanya tidak berkurang
dengan kata laiin :"dikala dibuat senang, maka ketelitian mahasiswa akan berkurang"

hmmm...begitu ya...

belajarnya sekiaaaan dulu,, nanti dilanjut lagiiii

wallahu'alam.....