Lebih senang rasanya jika kita mendapatkan teman yang satu frekuensi dengan diri kita.
Ketika saya bekerja sebagai Qa disana, tanpa basa basi kami mengunjungi beberapa tempat bagus di Klaten, begitu juga makanannya hihi. Salah satu kenangan masa muda. Karena melihat diri sendiri sekarang, agak terbatas untuk kemana-mana, secara banyak sekali yang harus difikirkan untuk rencana rencana berikutnya. Hosss jadi curhat haha.
Oke dimulai dari kantor yang berdekatan dengan Gunung Merapi, hihi, sampai merasakan salju ABU disana, sampai sampai ga berani naik motor ketika berangkat ke kantor.
Ini adalah salah satu foto GELO kami, haduu. buener buener.
Belum lagi ke pantai Indrayanti Jogja, wah seru banget. Kalau lihat gunung itu mata n hidung seger, apalagi kalau liat pantai kepala yang seger. Saking luasnya jadi berasa dalaaam syekali kalau nafas. Tapi ya panas itu haha. Lagi-lagi paling greget kalau dikejar air laut, dan sampai ke kaki berasa terbawa ketika air lautnya surut kembali. (foto menyusul).
Pergi ke candi Prambanan, setelah 23 tahun saya tumbuh besar, baru kali itu saya pergi ke bangunan batu yang diukir indah. Karena jaraknya hanya 1 jam dari kantor ya apa boleh buat, hihi, kembali pada peribahasa "sambil menyelam minum air".
| Anak candi |
![]() | |
| candi prambanan |
Jalan jalan ke Malioboro merupakan ajang yang kami lakukan setiap weekend. Jaraknya hanya memakan waktu 1 jam setengah, menggunakan bis, dan trans jogja, tapi menggunakan motor lebih cepat. Pengalaman terburuk ketika naik motor adalah 2 kali kena tilang, maklum lampu lalu lintasnya cepet banget ke merah nya haha, jadi pas lewat lampu pas banget merah nyala, #haduu. Mbak fajri yang saya bonceng "teteh kita nerobos lampu merah!", saya :" iya aku tau, paling bentar lagi polisi dateng"
bener aja polisi dateng ngikutin kita, rasanya itu kaya dikejar apa gitu haha. Peraturan lalu lintas di Jogja sangat ketat, dimana2 polisi jangan heran semua pengendara motor rapi (pake helm semua). Ya tapi ga asik juga ditilang 2 kali di hari yang sama. Untuk yang kedua kali si bapak bilang "kamu tau itu traffic light". Saya pura pura lihat lampu di motor, "lampu yang mana ya pak yang nyala" hahaha. Bapak itu menjawab "lampu lalu lintas dek!", "oh, pakai bahasa Indonesia dong pak, saya kurang jelas dengernya, saya sudah kena tilang di perempatan (lupa nama tempatnya), masa saya kena lagi disini, motor depan saya ga kena!" haha. dan si bapak langsung bilang "oh sudah ya, diperempatan mana?.. yaksudah silahkan maju!". =="==
Tertohok, untuk kali ini saya yang benar, tidak ada pelanggaran sama syekali tapi diberhentikan. #ckckck. Bener bener masih ingat yang ini.
Kelebihannya disini Refreshing di Malioboro asyik, walau cuman liat-liat haha, liat macem macem batik dll.Ada lagi kaya pasar malam namanya sekaten, rameee banget disini pasar malam itu seru ga kaya di Bogor mau ke pasar malam aja tatuttt haha. (tapi tetep, Bogor di dadaku)
Satu hal yang bikin rindu, yaitu melihat bulan penuh di langit masya Allah banget. Kebetulan kamar kostan menghadap persis bulan, jadi setiap pertengahan bulan, pintu itu selalu terbuka hanya untuk melihat bulan. Mudah sekali melihat langit yang bersih kalau disini.
Teman yang sepekerjaan dengan saya di pertaniannya sedang menikmati bahtera rumah tangganya, yang satu lagi sedang kuliah, dan saya juga bisa dibilang sedang asyik berjuang untuk "sebongkah berlian" beserta searching si 22 pasang kromosom alias si pelengkap hidup .#pelajarangenetiknyadipakai
Kapan-kapan kita kumpul lagi yuk teman-teman! =)

