Awalnya saya kurang merasa Percaya diri dengan bahasa Inggris saya yang masih kurang lancar alias kurang bagus. Permasalahan saya akhir akhir ini adalah listening dan conversation. Padahal dulu waktu SMA saya lemah di Structure.hadeuh.
Akhirnya coba ikut program ohio, ya lumayan bisa belajar plus dapet salary, ditambah lagi luar negeri. Maklum saya susah dapet izin kalau pergi terlalu jauh dari rumah karena saya perempuan, dan alasan lainnya harus ditemani makhram. Tapi Akhirnya diizinkan, karena niatnya baik, asal bisa jaga diri, melatih kemandirian saya dan ada temen dari Indonesia juga. hihi. Kesempatan langka untuk orang seperti saya ini saya gunakan sebaik. baiknya. Walau kadang pas tinggal disana saya kurang betah karena kultur yang sangat jauh berbeda. Gimana sih rasanya ketika kamu dirumah selalu dipantau orang tua langsung, kadang apa apa masih minta bantu orang tua, temen dan ketika disana pantauan orang tua berkurang karena jarak dan waktu yang juga jauh berbeda, harus mengerjakan apa apa sendiri, dtambah kultur tadi yang sangat jauh berbeda jua dan itu sangat Syock untuk saya. Alhamdulillah, saya masih dalam keadaan konstan (jadi diri sendiri), adaptasi memang penting tapi ga perlu jadi orang lain.
"Ditambah, ayah sering sekali menasihati saya untuk tidak menjadi orang yang latah kalau dapat kebahagiaan, dan wajib menjadi seseorang yang sesederhana mungkin. Alhamdullilah masih ada orang-orang yang sering mengingatkan saya =), walaupun manusia kadang banyak khilafnya seperti saya ini, semoga Allah swt mengampuni segala kekhilafan kami semua."
Bahasa Inggris di US, beda sekali dengan yang kita pelajari dari kita kecil (SD - Kuliah), dan memang betul kalau ingin belajar bahasa mending langsung ke negaranya (tapi ya ga gitu juga haha, hanya kalau dapat kesempatan bolehlah diambil).
Bikin Visa, adeuuh, ini adalah hal yang pertama kali bikin stress karena untuk berangkat ke US sangat ketat. Bagaimana ini bahasa saya masih cap cip cup, yang penting latihan dulu (haha), udah ikhtiar sisanya berdoa lah mendapatkan pewawancara yang baik dan ga nanya terlalu detail. Pertanyaannya seputar :
-nama siapa, dari mana, statusnya apa (mahasiswa, lulusan atau lain lain) mau ngapain ke US, program apa yang diikuti, sponsor, berapa lama, balik lagi tidak ke Indonesia.
kalau lagi kurang beruntung dia bakal nanya tabungan kamu berapa, pekerjaan orang tua kamu apa, dan tanya detail tentang sponsor.
dan yang ternyata juga dilihat penampilan (harus rapih)
Kalau gagal sekali identitas kamu bakalan tersimpan rapat di file mereka, dan apabila mengajukan visa lagi akan dipersulit. Tergantung juga sih apakah permintaan pewawancara dapat dipenuhi atau tidak ketika dapat kesempatan yang ke dua kalinya.
Alhamdulillah, saya dapet pewawancara yang baik nan tampan (hihi).
Berangkat dan melakukan transit transit, Bahasa Inggris ini sudah mulai digunakan,
Lucunya ketika transit di Singapura, bahasa mereka Inggris Melayu, karena aksennya sedikit melayu juga masih mendinglah. Walau saya Ga ngertiiiii (Budeg banget pas denger yang aseli ngomong).
Ketika berhadapan dengan officier yang saya ngerti cuman "siapa namamu!", dan "darimana asalnya"
yang lain pas deh dia ngomong apa, akhirnya saya suruh dia pake bahasa Melayu (kurang ajuar ya), ehh bahasanya bener bener Melayu eike juga nggak ngertiiii. Hadeuhh!!
Bila (Bahasa melayu = Kapan (Bahasa Indonesia)
Pas ditanya itu, saya mikir, kenapa ngomong bila bila melulu sih si abang ini, hadeuhh..tapi akhirnya konek, artinya Kapannnn, ==__==!
Lainnya nyambung juga, yang maksud dia itu "kamu bawa apa aja di kopernya?, ada brang titipan atau tidak?" sudah tau titipannya isinya apa?" <== begitu kata diaa.
Transit di Narita (Jepang), mendingan ini (haha). Dan transit di detroit US, mamam lah sudah, bener bener inggris tah,(kumur kumur). Saya juga menyiapkan kamus percakapan sehari2 dalam Inggris.(haha), toh mereka memaklumi kami yang bukan orang sana aseli.
Di hari hari pertama, saya kadang berpura-pura mengerti apa yang mereka obrolkan. Pas berhadapan masih berpura pura, ngertinya lambat (buffering kalau di youtube) pas terngiang ngiang di kepala barulah mengerti maksudnya .."OOOHHH itu toh".
Student dsini juga tahap belajar bahasa Inggris, ada yang udah bagus ketika bicara, tapi pas nulis text kacau, ada yang bagus 22 nya, ada juga yang pasif.
Inggris saya bener bener jelek disini, haha (ngaku), kadang saya suruh ulangi apa yang mereka bicarakan (budeg parah/listening ancur), ditambah lagi aksen dari negara masing masing masih terbawa.
Kalimat simpel "See yaaa!" maksudnya See you..
tapi waktu itu saya jawab "yaa!"
jeng jeng... untungnya nyadar sendiri , itu maksudnya See you kali yaaa... harusnya dijawab "See you " lagi
tapi nyambung lah dijawab "ya" juga (kkkk).
Kata kata sehari hari juga cukup bayak yang saya gak ngeh,
Kata-kata yang artinya mirip mirip"How are you?"
How are you doing?, what's going on!?, How have you been?!
Disini jarang juga orang bilang celana panjang dengan trouser, tapi pakai kata "pants"
Terimakasuh sebelumnya "Thank you in advance" bukan "Thanks before"
Cinta bertepuk sebelah tangan "One way street" bukan "one side love"
Kamar mandi/ wc "Rest Room" bukan "Toilet"
Taksi lebih umum, "Cab" Bukan "Taxi"
dan kata "long time no see" juga jarang digunakan disana, guru bahasa Inggris sampai bertanya dari mana kita mendapatkan kata itu. Ya kita bilang dari film film hadeeuhh.
Mandi juga beda, ada yang pake shower dan berendam. Kalau yang pake shower biasanya kita bilang "Take a shower" (Lebih umum ini), tapi kalau berendam ya "Take a bath".
Giving opinion, misalnya : :How was your day yesterday?
dijawab :" so, so" <=== ini kurang bagus dikatakan, lebih baik "it was nice, BUT....."
dan jawaban "OF COURSE" <== itu juga ga baik, itu dipakai kalau bener bener gak ada jawaban lain.
Ahh, pokoknya lumayan lah untuk memperbaiki Inggris saya yang cukup kacau. (hihi). Alhamdulillah =)
