| Doc : Adisti |
Belajarlah dari air, bukan dari batu. Dua batu bila digabungkan dengan dua buah batu yang lain, hasilnya adalah tetap empat buah batu yang terpisah. Bila dalam berteman menggunakan logika batu, yang didapatkan hanyalan persaingan, pertengkaran, bukanya kesepakatan dan persatuan.
Pilih logika air, mengalir dengan penuh kelenturan, air mengalir dalam sungai dalam keadaan normal tidak memaksa penghalang seperti batu atau pohon. air tetap lewat tanpa memaksa, tidak mengalahkan orang lain tapi sampai ke tempat tujuan.
Air lebih banyak di bawah, ia harus bersikap rendah hati dan melayani bukannya sombong dan tinggi hati.
Air kolam yang tenang menjadi cermin. Kita hendaknya bisa bercermin terhadap diri sendiri juga pada teman kita. Air bergerak naik secara merata, karena jika air dituangkan ke tempat apapun naiknya akan bersamaan.
Memaafkan adalah salah satu buah dari logika air. bahkan lebih dari itu, kita harus berbuat baik pada mereka yang tidak berbuat baik pada kita.
Selalulah berprasangka baik,..
Orang sering keterlaluan, tidak logis dan hanya mementingkan diri sendiri
Bagaimanapun, maafkanlah
Bila engkau baik hati, bisa saja orang menuduhmu punya pamrih,
Bagaimanapun, berbaik hatilah
Bila engkau sukses, engkau akan mendapatkan beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati
Bagaimanapun, jadilah sukses
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu
Bagaimanapun, jujur dan terbukalah
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja hancur dalam semalam
Bagaimanapun, bangunlah
Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri
Bagaimanapun, berbahagialah
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang
Bagaimanapun, Berbuat baiklah
Bagaimanapun berikanlah yang terbaik darimu
Engkau lihat, akhirnya ini adalah urusan antara engkau dengan Tuhan mu,
Bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dengan mereka
(Bunda Theresa)